Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Djoko Tjandra

Soal Pengejaran Djoko Tjandra, Mahfud Akan Panggil Kepolisian, Kejagung, Kemenkumham dan Kemendagri

Mahfud mengatakan hingga saat ini belum ada laporan terbaru terkait dengan upaya pengejaran Djoko.

Soal Pengejaran Djoko Tjandra, Mahfud Akan Panggil Kepolisian, Kejagung, Kemenkumham dan Kemendagri
Istimewa
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD akan segera memanggil Kepolisian, Kejaksaan Agung, Kemenkumham, dan Kemendagri untuk meminta laporan perkembangan kasus buronan Kejaksaan Agung Djoko S Tjandra.

Mahfud mengatakan hingga saat ini belum ada laporan terbaru terkait dengan upaya pengejaran Djoko.

“Belum ada laporan, tapi dalam waktu dekat ini akan memanggil 4 institusi yaitu Kemendagri, mengenai kependudukan, Kepolisian dan Kejaksaan Agung terkait penegakan hukum dan keamanan, juga Menkumham terkait imigrasinya. Kita akan kordinasi," kata Mahfud dalam keterangan resmi yang disampaikan Tim Humas Kemenko Polhukam pada Selasa (7/7/2020).

Baca: Bikin e-KTP di Kelurahan Grogol Selatan, Djoko Tjandra Disambut Lurah dan Dapat Antrean Nomor Satu

Baca: Dukcapil Akui E-KTP Djoko Tjandra Langsung Jadi dalam Waktu Tak Sampai 2 Jam

Baca: MAKI akan Lapor ke Ombudsman Terkait Sengkarut Djoko Tjandra

Mahfud menegaskan masyarakat perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam proses penangkapan Djoko Tjandra sehingga tidak memunculkan kecurigaan.

“Di dalam negara demokrasi itu masyarakat harus tahu semua proses-proses yang tidak akan menyebabkan terbongkarnya rahasia sehingga seseorang bisa tambah lari. Semua proses harus terbuka dan disoroti masyarakat,” kata Mahfud.

Diberitakan sebelumnya Buron kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra disebut sedang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hal itu diungkapkan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir Kejaksaan Agung memang intens mencari Djoko Tjandra.

"Hari ini ada pengajuan PK atas nama Djoko Tjandra. Djoko Tjandra adalah buronan kami. Sudah tiga hari ini kami cari, tapi belum muncul," kata Burhanuddin di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta.

Burhanuddin mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Jamintel ntuk menangkap Djoko Tjandra apabila buronan itu hadir dalam sidang tersebut.

Burhanuddin meminta jajarannya menangkap dan menjebloskannya ke penjara.

"Beliau mengajukan PK di PN Jaksel, insya Allah saya sudah perintahkan untuk tangkap dan eksekusi," ucapnya.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas