Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Peran Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB Penting di Tengah Pandemi

Indonesia diketahui merupakan penyumbang pasukan pemeliharaan perdamaian terbesar diantara seluruh negara anggota DK PBB pada pertemuan tersebut.

Peran Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB Penting di Tengah Pandemi
Dok Kementerian Luar Negeri
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Febrian A. Ruddyard pada pertemuan virtual Debat Terbuka DK PBB mengenai Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) dan Hak Asasi Manusia (HAM), Selasa (07/07/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia sampaikan pentingnya peran Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di tengah pandemi.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Febrian A. Ruddyard pada pertemuan virtual Debat Terbuka DK PBB mengenai Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) dan Hak Asasi Manusia (HAM), Selasa  (07/07/2020). 

Febrian menyampaikan bahwa Indonesia senantiasa menegaskan pentingnya mandat MPP PBB yang jelas, spesifik dan terfokus.

“MPP diharapkan juga dapat membantu negara-negara yang terkena dampak konflik untuk memperkuat kapasitas dalam upaya pemajuan dan perlindungan HAM," ujar Dirjen Multilateral dalam keterangannya, Selasa (7/7/2020).

Baca: DK PBB Setujui Resolusi Gencatan Senjata di Masa Pandemi Covid-19

Febrian menyebut, upaya tersebut nantinya juga harus menjadi bagian dari upaya peacebuilding secara keseluruhan.

Indonesia diketahui merupakan penyumbang pasukan pemeliharaan perdamaian terbesar diantara seluruh negara anggota DK PBB pada pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan itu Dirjen menekankan pentingnya koordinasi erat antara seluruh komponen MPP PBB dengan pemangku kepentingan dan masyarakat sipil negara setempat dalam pemajuan dan perlindungan HAM. 

Indonesia juga menegaskan bahwa pasukan pemelihara perdamaian tidak hanya perlu dibekali dengan pengetahuan dan kapasitas yang cukup, namun juga harus didukung dengan perlengkapan dan infrastruktur yang memadai.

Terutama untuk pasukan penjaga perdamaian perempuan, mengingat perempuan mampu melakukan upaya pencegahan HAM secara lebih efektif.

“Para personel peacekeepers perempua n juga memiliki peran besar dalam promosi dan perlindungan HAM oleh misi PBB," tegas Febrian.

Debat Terbuka DK PBB tersebut dipimpin oleh Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer, selaku Presiden DK PBB bulan Juli 2020. 

Pertemuan bertujuan untuk menggali upaya untuk memperkuat peran misi pemeliharaan perdamaian PBB dalam melakukan promosi dan perlindungan HAM lebih efektif.

Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas