Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penjelasan Kodam Jaya Soal Kabar di Medsos yang Sebut Warga Perumahan Dinas Terpapar Radikalisme

“Telah dilaksanakan penyelidikan atas hal ini, dan diperoleh hasil bahwa berdasarkan fakta informasi ini tidak benar," kata Kapendam Jaya.

Penjelasan Kodam Jaya Soal Kabar di Medsos yang Sebut Warga Perumahan Dinas Terpapar Radikalisme
Tribun Jakarta/Net
Ilustrasi media sosial. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kodam Jaya segera melakukan tindakan cepat atas beredarnya informasi di media sosial yang mengatakan bahwa komplek perumahan dinas Kodam Jaya telah terpapar paham radikalisme.

Hal itu dengan mengkaitkan bahwa tempat tinggal diduga pemilik akun Opposite 6890 berada di Komplek Kodam Jaya Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

“Telah dilaksanakan penyelidikan atas hal ini, dan diperoleh hasil bahwa berdasarkan fakta informasi ini tidak benar," kata Kapendam Jaya yang diwakili oleh Wakapendam Letkol Arm Joko Setiyo K dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2020).

Baca: Tribunnews dan Cardinal Serahkan Bantuan 3.000 Masker ke Kodam Jaya untuk Prajurit Lawan Covid-19

Hal ini dijelaskannya, seiring dengan beredarnya postingan di media sosial berupa gambar yang didalamnya terdapat tulisan antara lain: “Keluarga besar pensiunan Kodam Jaya terpapar radikalisme” dan “Kasad harus bertindak bersihkan jaringan radikalisme di komplek Kodam Jaya”.

"Dimana hal itu dikaitkan dengan keterangan bahwa Saudari Alfiyah (diduga pemilik akun opposite6890), seolah-olah tinggal di Komplek Kodam Jaya Jl. Bambu Petung No. 32 RT 01/07 Kec. Cipayung Jaktim."

Baca: Japto: BNPT Harus Mampu Mendeteksi dan Mencegah Berkembangnya Radikalisme

Berdasarkan hasil pengecekan dan pendalaman yang dilakukan oleh pihak Kodam Jaya, ditemukan fakta bahwa rumah dengan alamat tersebut ditempati oleh personel organik Kodam Jaya an. Sertu Dede, yang saat ini masih berdinas aktif di Korem 051/Wkt.

Diduga Alfiyah Tiara Ayunda memang pernah tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah tersebut, namun sejak tahun 2015 keluarga tersebut sudah pindah rumah.

Sebagai bagian dari institusi TNI, Kodam Jaya terus melaksanakan upaya pengamanan untuk mencegah masuknya paham radikalisme ke dalam lingkungannya.

"Kami memiliki sistem pengawasan dan pengendalian internal terhadap prajurit dan keluarganya yang tinggal di asrama. Jadi bila ada indikasi terpapar atau hal apapun, tentu kami akan segera mengetahui dan segera mengambil tindakan," tutup Wakapendam Jaya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com: https://jakarta.tribunnews.com/2020/07/12/kodam-jaya-buka-suara-soalberita-medsos-adanya-paham-radikalisme-di-komplek-perumahan-dinas

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas