Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mahfud MD Minta Prajurit TNI, Polri, dan Anggota BIN di Papua Tidak Terpancing

Mahfud menambahkan bahwa tugas pemerintah termasuk TNI dan Polri saat ini lebih berat karena harus fokus menangani pandemi Covid 19, termasuk di Papua

Mahfud MD Minta Prajurit TNI, Polri, dan Anggota BIN di Papua Tidak Terpancing
Capture YouTube Tempodotco
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta agar Satuan Tugas TNI, Polri, dan BIN yang bertugas di Papua agar tidak terpancing melakukan tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Mahfud juga mengimbau kepada pasukan untuk mengedepankan pendekatan hukum, dan tidak terpancing dengan berbagai provokasi yang dilakukan oleh berbagai pihak agar TNI dan Polri melakukan tindakan yang berlebihan dalam menjalankan tugas di Papua.

Hal tersebut disampaikan Mahfud ketika kunjungan kerja di Timika Papua dan mengadakan pertemuan serta berdialog dengan Satuan Tugas (Satgas) TNI, Polri, dan BIN di Papua pada Rabu (22/7/2020).

Baca: Mahfud MD Minta Oknum Pejabat yang Terbukti Terlibat Kasus Pelarian Djoko Tjandra Dipidanakan

“Saya tahu tugas saudara-saudara berat, tapi pesan saya bertindaklah secara hati-hati, jangan terpancing untuk melakukan tindakan yang bisa dinilai melanggar HAM. Kita jaga negeri ini dengan sepenuh hati, dan tidak terprovokasi oleh pihak lain,” kata Menteri Pertahanan RI era Gus Dur itu dalam keterangan resmi yang dibagikan Tim Humas Kemenko Polhukam pada Rabu (22/7/2020).

Mahfud menambahkan bahwa tugas pemerintah termasuk TNI dan Polri saat ini lebih berat karena harus fokus menangani pandemi Covid 19, termasuk di Papua.

Baca: Mahfud MD Ungkap Alasan BIN Tidak Lagi di Bawah Koordinasi Kemenko Polhukam

Meski begitu, Mahfud meminta agar tugas untuk mengamankan wilayah dan NKRI harus tetap dilakukan dengan baik.

Mahfud juga mengapresiasi seluruh anggota TNI dan Polri termasuk BIN, yang dengan sangat sungguh-sungguh telah memelihara keamanan, ketertiban, dan menjaga kesatuan wilayah NKRI.

“Jangan sampai karena kita fokus menangani covid, lalu tugas lain terabaikan, misalnya masalah ekonomi, dan khususnya di Papua harus tetap siaga melakukan pengamanan sehingga tidak muncul aksi gangguan keamanan yang mengancam integrasi kita," kata Mahfud.

Menurut Mahfud tugas pemerintah adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Artinya, menjaga keutuhan integrasi dan terotori agar tidak terpecah, serta melindungi keutuhan ideologi kita.

Mahfud menjelaskan tiga ancaman terhadap kedaulatan NKRI di tiga wilayah indonesia antara lain di persoalan intervensi asing di Laut Natuna Utara di wilayah barat, ancaman terhadap keutuhan ideologi yang antara lain berbentuk gerakan-gerakan radikal di wilayah tengah, dan persoalan gangguan keamanan berupa kelompok kriminal bersenjata di wilayah Timur.

“Terkait hal ini, ada tiga tantangan yang kita hadapi. Di wilayah barat ada persoalan intervensi asing di laut Natuna Utara. Di belahan timur seperti di Papua sini, ada persoalan gangguan keamanan berupa kriminal bersenjata,” kata Mahfud.

Terkait pembangunan di Papua, Mahfud mengatakan bahwa saat ini tengah disiapkan Instruksi Presiden (Inpres) yang lebih komprehensif.

Dalam Inpres ini, kendali akan berada di tangan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) agar pembangunan Papua yang menekankan pendekatan kesejahteraan lebih terpadu dan komprehensif dalam satu komando.

Dalam kunjungan kerja tersebut Mahfud didampingi Mendagri Tito Karnavian, serta Kasum TNI Letjen Joni Supriyanto dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas