Pasien Positif Corona di Indonesia 29 Juli Tambah 2.381 Orang, Jadi Rekor Tertinggi Kasus Baru
Jumlah pertambahan pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, mencapai rekor tertinggi per Rabu (29/7/2020).
Penulis: Nuryanti
Editor: Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Jumlah pertambahan pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia per Rabu (29/7/2020), mencapai rekor tertinggi.
Dikutip dari Covid19.go.id, jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 2.381 orang.
Sehingga, total kasus terkonfirmasi positif di Indonesia menjadi 104.432 pasien.
Pada Kamis (23/7/2020), pertambahan kasus positif sempat mencapai rekor tertinggi sebanyak 1.906 orang.
Dalam empat hari terakhir, pertambahan pasien positif terus mengalami kenaikan.
Data pada Minggu (26/7/2020), jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.492 orang.
Lalu bertambah 1.525 pasien terkonfirmasi positif pada Senin (27/7/2020).
Selanjutnya, pada Selasa (28/7/2020) bertambah sebanyak 1.748 pasien.
Baca: Sempat Remehkan dan Klaim Vodka Obat Covid-19, Presiden Belarus Positif Corona
Baca: Uji Klinis Fase ke-3 Vaksin Corona Sinovac dan Waktu yang Dibutuhkan, Ini Penjelasan Bio Farma
Adapun jumlah pasien yang sembuh pada Rabu ini menjadi 62.138 di seluruh Indonesia.
Pada hari sebelumnya, total pasien yang sembuh yakni 60.539 orang.
Sehingga, terjadi penambahan pasien yang sembuh sebanyak 1.599 orang.
Kemudian, total ada 4.975 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga Rabu ini.
Sementara, data Selasa kemarin sebanyak 4.901 orang dinyatakan meninggal dunia.
Sehingga, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam sebanyak 74 orang.
Baca: Bukan Konspirasi, Virus Corona Ancaman Nyata di Sekitar Kita
Baca: Seorang Anggota DPRD DKI Positif Corona, Prasetio: Kantor Ditutup Sementara
Virus Corona Bukan Konspirasi
Sebagian orang melihat kenyataan penyebaran virus SARS-CoV-2 merupakan sebuah konspirasi.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito saat konferensi pers di Media Center, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (28/7/2020).
"Seperti yang kita lihat bersama, kasusnya semakin lama semakin meningkat, tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia."
"Dan sudah banyak korban yang berjatuhan, banyak tenaga kesehatan yang gugur, bukan hanya di Indonesia tapi juga di tempat lain di dunia," ujarnya, dikutip dari Covid19.go.id, Selasa.
Kondisi saat ini dibuktikan dengan data yang riil dan yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia.
"Jadi, bukan berupa konspirasi. Kami mohon agar, semua pihak melihat apa yang terjadi di angka yang ada di seluruh dunia."
"Dan kita betul-betul menjaga keamanan dan keselamatan anggota keluarga kita semuanya," imbaunya.
Wiku berpesan, agar setiap individu untuk memberikan pesan yang baik kepada publik.
Ia mengharapkan siapa pun sebagai figur publik untuk menjaga dan menyampaikan pesan kepada masyarakat, berdasarkan data dan informasi yang benar, dari sumber terpercaya.
"Silakan bertanya kepada para pakar agar, informasinya bisa disampaikan kepada masyarakat."
"Sehingga masyarakat bisa mengikutinya dengan baik," lanjut Wiku yang juga ditunjuk sebagai Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19.
Ia menekankan, informasi yang disampaikan kepada masyarakat diharapkan tidak memberikan bencana, tetapi manfaat kepada masyarakat yang mendengar.
"Ini menjadi tugas kita bersama untuk bersatu melawan COVID-19 agar bangsa kita bisa selamat," pungkas Wiku.
(Tribunnews.com/Nuryanti)