Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hina Orang Tua dan Istri Ahok, Dua Warganet Ditangkap Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Yusri mengatakan pelaporan itu dialamatkan kepada akun medsos atau warganet yang dianggap menyinggung orang tua dan istri Ahok di media sosial.

Hina Orang Tua dan Istri Ahok, Dua Warganet Ditangkap Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Instagram @basukibtp
Ahok dan Puput 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melaporkan kasus pencemaran nama baik ke kepolisian.

Yusri mengatakan pelaporan itu dialamatkan kepada akun medsos atau warganet yang dianggap menyinggung orang tua dan istri Ahok di media sosial.

"Iya merasa dicemarkan itu aja. Menyebutkan satu berita-berita di dalam akun yang menyinggung orang tuanya maupun istrinya daripada si Ahok sendiri dan ini yang kemudian di laporkan ke sini," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Kendati demikian, Yusri mengatakan seorang pelaku sudah ditangkap di daerah Bali.

Sementara itu, satu pelaku lagi masih dalam proses penjemputan di daerah Medan, Sumatera Utara.

Baca: Ahok Laporkan Kasus Pencemaran Nama Baik di Medsos ke Polda Metro Jaya

"Jadi kita sudah amankan seseorang dari Bali. Mudah-mudahan ini kita lakukan pengejaran di Medan, Sumatera Utara. Tim sudah berangkat ke sana mudah-mudahan sore ini sudah bisa kembali," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama melaporkan ke pihak kepolisian terkait kasus pencemaran nama baik. Hal tersebut diketahui usai laporan polisi (LP) itu tersebar di awak media.

Ketika dikonfirmasi, kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy membenarkan kliennya melaporkan kasus pencemaran nama baik.

Pelaporan perkara itu dilakukan langsung olehnya di Polda Metro Jaya.

Dari LP yang tersebar di awak media, laporan tersebut terdaftar di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan nomor polisi LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ. Laporan itu ternyata didaftarkan sejak tanggal 17 Mei 2020 lalu.

"Pencemaran nama baik di medsos lah ya. Itu aja prinsipnya. Pak BTP kasih kuasa ke saya untuk membuat laporan polisi tanggal 17 Mei lalu," kata kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy kepada wartawan, Kamis (30/7/2020).

Namun demikian, tidak jelas ihwal kronologi dan pelaku yang dilaporkan Ahok terkait pencemaran nama baik.

Ramzy hanya mengatakan nantinya kasus tersebut akan segera dirilis oleh Polda Metro Jaya.

"Nanti Polda yang akan rilis. Soal pelaku itu nanti biar Polda yang ngomong. Nanti setelah Polda baru saya yang ngomong," pungkasnya.
 

Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas