Tribun

Idul Adha 2020

4 Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik atau Tiga Hari setelah Idul Adha, Perbanyak Syukur Nikmat

Amalan selain puasa yang dapat dilaksanakan pada hari Tasyrik atau tiga hari setelah Idul Adha menurut Penyuluh Agama Islam Kemenag Surakarta

Penulis: Arif Fajar Nasucha
Editor: bunga pradipta p
4 Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik atau Tiga Hari setelah Idul Adha, Perbanyak Syukur Nikmat
TribunJogja.com
Hari Tasyrik Adalah Tiga Hari Setelah Idul Adha 11, 12, 13 Dzulhijjah (TribunJogja.com) 

Di mana hari Tasyrik termasuk dalam hari-hari yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa.

Menurut Wakil Sekretaris PWNU DIY, Ustaz Muhajir, dilarangnya berpuasa pada hari Tasyrik karena hari tersebut merupakan hari yang harus dirayakan.

"Pada masa itu, kita (umat muslim) melakukan perayaan maka hendaklah mengikuti perayaan tersebut, karena itu hari-hari makan dan minum," jelasnya kepada TribunJogja.com, pada Sabtu (25/07/2020).

Dilarangnya berpuasa pada hari Tasyrik juga dijelaskan dalam beberapa hadis, berikut kutipannya:

1) Sabda Rasulullah SAW dalam HR. Abu Daud terkait hari Tasyrik :

 عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَهِىَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ (رواه أبو داود)

Artinya:  Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah SAW bersabda: hari Arafah (9 Dzul Hijjah), hari Idul Adha (10 DzulHijjah) dan hari-hari Tasyrik merupakan hari raya kita umat Islam. Hari-hari tersebut merupakan hari makan dan minum. (HR. Abu Daud).

2) Ibnu Rajab dalam bukunya Lathaif al-Ma’arif menjelaskan alasan keharaman berpuasa pada hari Tasyrik:

 نهي عن صيام أيام التشريق لانها أعياد للمسلمين مع يوم النحر، فلا تصام بمنى ولا غيرها عند جمهور العلماء خلافا لعطاء في
قوله: إن النهي يختص بأهل منى.

Di mana kutipan berikut menjelaskan, larangan berpuasa pada hari Tasyrik karena hari raya umat Islam.

Oleh sebab itu, menurut mayoritas ulama, tidak diperbolehkan berpuasa di Mina maupun di tempat lain.

3) Hadis riwayat Ka’b bin Malik pun menjelaskan terkait hari Tasyrik

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بَعَثَهُ وَأَوْسَ بْنَ الْحَدَثَانِ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ فَنَادَى: أَنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ مُؤْمِنٌ . وَأَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ.

Artinya: Bahwasannya Rasulullah SAW mengutus Ka'ab da  Aus bin Al Hasadasan pada hari-hari Tasyrik. Lalu beliau memanggul (seraya mengatakan) bahwa tidak ada yang dapat masuk surga kecuali orang mukmin, dan hari-hari Mina (hari Tasyrik) adalah hari-hari makan dan minum. (HR.Muslim)

Hadis-hadis tersebut sangat jelas menggambarkan bahwa pada hari Iduladha dan tiga hari setelahnya yang disebut hari Tasyrik adalah hari dilarang berpuasa.

Ustaz Muhajir menjelaskan lagi, pada masa itu (hari Tasyrik) masih disunahkannya untuk menyembelih hewan kurban.

Oleh karena itu, umat Islam seluruhnya, baik kaya atau miskin akan menyantap daging hewan kurban tersebut.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Mengapa Hari Tasyrik Dilarang untuk Berpuasa? Berikut Penjelasannya Menurut Syariat Islam"

(Tribunnews.com/Fajar)(TribunJogja.com/Nanda Sagita Ginting)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas