Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Mendagri: Pilkada Momentum Gerakan Lawan Covid-19

Sebab, dalam tahapan Pilkada 2020 dapat dilaksanakan sosialisasi masif terhadap masyarakat mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan

Mendagri: Pilkada Momentum Gerakan Lawan Covid-19
Istimewa
Mendagri Tito Karnavian (kiri) dan ketua KPU RI Arif Budiman (kanan) berfoto setelah melaksanakan pertemuan persiapan Pilkada Serentak 2020 di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol Nomor 29, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore (30/7/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendagri Tito Karnavian menjelaskan Pilkada 2020 yang akan digelar pada 9 Desember merupakan momentum emas dalam gerakan melawan virus corona atau Covid-19.

Sebab, dalam tahapan Pilkada 2020 dapat dilaksanakan sosialisasi masif terhadap masyarakat mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Baca: Tito Karnavian: ASN Jangan Banyak Mengeluh Kalau Uang Jalan dan Uang Rapat Berkurang karena WFH

"Kita ingin mereka bergerak menangani Covid-19. Kapan momentumnya? Momentumnya Pilkada. Kenapa? Karena bagi kepala daerah, bagi petahana atau kontestan, inilah pertarungan. Bagi mereka ya ini power struggle, inilah momentum yang sangat penting dan ini moment rakyat membuktikan kedaulatan rakyat itu cuma di satu poin, pada waktu election setelah itu diwakili oleh DPR, hanya di election saja kedaulatan rakyat itu langsung," ujar Tito di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol Nomor 29, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore (30/7/2020).

Tito mengatakan Pilkada Serentak yang mengusung tema 'Gerakan Lawan Covid-19' ini juga akan menjadi ajang pembuktian bagi calon kepala daerah. Sebab, para calon kepala daerah diharuskan mempunyai solusi mengatasi dampak pandemi Covid-19.

"Kontestan harus bisa mengendalikan pendukungnya. Kalau ada kontestan enggak bisa mengendalikan pendukungnya gimana nanti jadi kepala daerah? Mengendalikan jutaan orang, ratusan ribu orang? Baru kendalikan seribu dua ribu engga bisa," imbuhnya.

Dia menjelaskan, dalam momentum Pilkada 2020 ini juga masyarakat bisa menilai kontestan mana yang dirasa tepat dan mampu menangani pandemi Covid-19

"Jadi disini momentum bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya yang dapat tangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Jadi, pilihlah pemimpin yang mampu menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Itulah ujian saat krisis ini," tegasnya.

Mendagri pun mencontohkan bahwa dalam catatannya di beberapa negara lain pun tetap dilaksanakan pemilu.

Baca: Mendagri Tito Karnavian Kurban Sapi Berbobot 1,2 Ton

"Pertama kan, tidak ada satu pun ahli atau otoritas yang menjamin kapan pandemi akan selesai. Kedua, kita lihat praktik-praktik di negara lain, Korea Selatan di puncak pandemi mereka laksanakan. Jerman, Prancis, Polandia, kemarin pemilihan presiden mereka laksanakan. Kemudian di Amerika Serikat nanti November itu jauh lebih masif daripada kita, pilpres, senator, kongres, beberapa gubernur negara bagian, dan lain-lain," ucapnya.

"Jadi ada yang mengubah bulan, setahun dalam catatan kami hanya beberapa yang menunda tahun, itu pun karena tradisi, petugas TPS-nya di atas 50 tahun seperti di Inggris," tambahnya.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas