Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Presiden Minta Kemenkes Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Stunting

Menurut Presiden terdapat perbaikan prevalensi stunting di Indonesia dari 37 persen pada 2013 menjadi 27,6 persen pada 2019.

Presiden Minta Kemenkes Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Stunting
Shutterstock
Pemberian ASI eksklusif dan inisiasi menyusui dini (IMD) menjadi langkah yang dapat membantu mencegah risiko terjadinya stunting pada anak. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Kesehatan untuk terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi bagi ibu hamil dan keluarga untuk pencegahan stunting.

Hal itu disampaikan presiden dalam rapat terbatas pencegahan stunting, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (5/8/2020).

 "Aspek promotif, edukasi, sosialisasi bagi ibu-ibu hamil pada keluarga juga harus terus digencarkan sehingga meningkatkan pemahaman untuk pencegahan stunting," kata Presiden.

Baca: Presiden Ingin Fokus Penurunan Stunting di 10 Provinsi Ini

Edukasi dan sosialisasi tersebut menurut Presiden harus melibatkan PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat dan relawan. Sehingga pencegahan stunting dapat menjadi gerakan bersama.

"Dalam upaya penurunan angka stunting juga kita sambungkan dengan program perlindungan sosial kita terutama PKH kemudian pembagian BPNT (bantuan pangan non tunai) dan pembangunan infrastruktur dasar yang menjangkau keluarga-keluarga yang tidak mampu," tuturnya.

Menurut Presiden terdapat perbaikan prevalensi stunting di Indonesia dari 37 persen pada 2013 menjadi 27,6 persen pada 2019.

Namun, Presiden ingin penurunan angka stunting lebih cepat lagi. 

"Ini ada penurunan cukup lumayan tapi saya kira ini tidak cukup kita harus menurunkan lebih cepat lagi dan target kita seperti yang saya sampaikan ke menteri kesehatan di 2024 kita harus bisa turun menjadi 14 persen," kata Presiden.

Oleh karena presiden meminta pada Kementerian Kesehatan untuk fokus pada penurunan stunting di 10 provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.

Diantaranya yakni NTT, Sulawesi Barat, NTB, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. 

"Untuk itu saya juga ingin minta para gubernur, nanti mendagri juga bisa menyampaikan gubernur, bupati, walikota sampai ke kepala desa terutama agar 10 provinsi tersebut agar betul-betul fokus dan konsentrasi untuk penurunan stunting-stunting," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas