Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Di depan Kader Gerindra Presiden Ingatkan Ancaman Resesi Ekonomi

bangsa Indonesia tidak boleh menyerah dalam menghadapi krisis yang hampir menjangkit seluruh negara di dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Di depan Kader Gerindra Presiden Ingatkan Ancaman Resesi Ekonomi
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kemampuan bangsa Indonesia bertahan menghadapi Pandemi Covid-19 sangat bergantung pada perjuangan dan upaya yang dilakukan.

Oleh karena itu bangsa Indonesia tidak boleh menyerah dalam menghadapi krisis yang hampir menjangkit seluruh negara di dunia.

"Kita tidak boleh menyerah, harus betul-betul berupaya," kata Presiden dalam sambutan Kongres Luar Biasa Gerindra yang disampaikan secara virtual, Sabtu, (8/8/2020).

Terutama menurut Presiden upaya dalam memulihkan ekonomi di kuartal ketiga ini, sehingga Indonesia tidak jatuh pada jurang resesi.

Baca: Sambutan di KLB Gerindra, Presiden Singgung Proyek Ketahanan Pangan Prabowo

Baca: Jokowi Minta Kader Gerindra di Seluruh Indonesia Prioritaskan Kesehatan-Keselamatan Rakyat

Untuk diketahui BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke dua minus 5,32 persen.

"Sebagai bangsa pejuang kita harus mampu mengatasi persoalan kita sendiri, dengan cara kita sendiri, dengan kemampuan kita sendiri, untuk mencapai kepentingan nasional mewujudkan tujuan besar bangsa kita Indonesia," katanya. 

Lebih jauh Presiden yakin bahwa bangsa Indonesia bisa mandiri dan berdikari. Jumlah penduduk yang mencapai 267 juta jiwa  bisa menjadi pasar bagi produk karya anak bangsa.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu menjadi kunci bangsa Indonesia ke depan, terutama dalam keluar dari krisis Pandemi Covid-19.

" Ini kekuatan besar kita, ini adalah pasar yang sangat besar bagi produk-produk yang kita buat sendiri," kata Presiden.

Belum lagi menurut Presiden, Indonesia memiliki bonus demografi pada 2030-2040 kedepan.

Banyaknya usia produktif menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas