Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Nadiem Akui Banyak Pendidik yang Menginginkan Kurikulum Darurat

Nadiem Makarim mengakui tuntutan akan hadirnya kurikulum darurat banyak disuarakan oleh para pendidik.

Nadiem Akui Banyak Pendidik yang Menginginkan Kurikulum Darurat
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) melakukan kegiatan belajar mengajar bersama sistem online di ruang aula Kelurahan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/8/2020). Di tengah pandemi Covid-19, proses belajar mengajar dilakukan tanpa tatap muka, pembelajaran daring pun diberlakukan. Namun keterbatasan sarana perangkat, fasilitas, dan ekonomi menjadi salah satu kendala yang harus di hadapi oleh masyarakat setempat. Demi memudahkan siswa/pelajar di Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi tepatnya di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, memfasilitasi warganya dalam belajar online dengan menyediakan WiFi gratis di ruang aula Kelurahan Jatirahayu. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan kurikulum darurat untuk pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

Mendikbud Nadiem Makarim mengakui tuntutan akan hadirnya kurikulum darurat banyak disuarakan oleh para pendidik.

"Saya terus berbicara dengan berbagai macam guru di daerah, kepala sekolah di daerah, mereka menginginkan penyederhanaan kurikulum sehingga mereka memiliki kepercayaan diri untuk fokus pada hal-hal yang esensial," ujar Nadiem dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Jumat (7/8/2020).

Baca: Komisi X DPR Harap Pembelajaran Tatap Muka Tetap Utamakan Kesehatan dan Keselamatan  

Baca: Pembelajaran Tatap Muka di Wilayah Zona Kuning Maksimal Diisi 18 Peserta Didik

Menurut Nadiem, kurikulum darurat memberikan pengajaran yang fokus. Beban siswa untuk menuntaskan capaian kurikulum juga akan berkurang.

Nadiem mengaku banyak mendapatkan komplain dari orang tua yang mendampingi pembelajaran anaknya selama pandemi Covid-19.

"Sampai hari ini komplain yang saya terima dari begitu banyak orang tua bahwa dikirimin PR anaknya selalu. Apalagi kalau orang tua itu punya tiga anak yang berbeda, semuanya harus menyelesaikan tugas yg tidak ada selesai-selesainya," ungkap Nadiem.

Mantan CEO Gojek ini berharap aspek psikososial siswa akan meningkat dengan ditetapkannya kurikulum darurat ini.

"Ini akan menyederhanakan kehidupan mereka dan bagi orang tua pun sama untuk mempermudah pendampingan pembelajaran di rumah juga menentramkan situasi atau kondisi yang sangat sulit ini di rumah," kata Nadiem.

Seperti diketahui, Kemendikbud menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

Melalui Permendikbud ini sekolah dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik di tengah kondisi pandemi Covid-19

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas