Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Nurhadi

Vila Nurhadi di Kawasan Gadog Bogor Disita KPK, Termasuk Belasan Motor Gede Hingga 4 Mobil Mewah

Tak hanya vila, ada belasan motor gede (moge) serta empat mobil mewah yang ikut diamankan tim penyidik. Semua kendaraan itu terparkir di gudang vila.

Vila Nurhadi di Kawasan Gadog Bogor Disita KPK, Termasuk Belasan Motor Gede Hingga 4 Mobil Mewah
Tribunnews/Irwan Rismawan
Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). KPK melanjutkan pemeriksaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan aset yang diduga milik mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Jumat (7/8/2020).

Hal tersebut dibenarkan Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi. Ali mengungkapkan, penyidik KPK menyita vila Nurhadi di kawasan Gadog, Bogor, Jawa Barat.

Tak hanya vila, ada belasan motor gede (moge) serta empat mobil mewah yang ikut diamankan tim penyidik. Semua kendaraan itu terparkir di gudang vila tersebut.

"Hari ini penyidik KPK mendatangi vila NHD (Nurhadi) di Gadog, Bogor untuk melakukan penyitaan terhadap aset tersangka NHD tersebut beserta dengan kendaraan bermotor," kata Ali.

Mulanya, KPK melakukan penggeledahan di vila yang kini disita Senin (9/3/2020). Tim penyidik menemukan belasan moge serta empat mobil mewah terparkir di dalam gudang. Saat itu, mereka hanya memasangi KPK Line.

"(Aset) yang ditemukan penyidik saat melakukan penggeledahan," beber Ali.

Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono diduga kuat telah menerima sejumlah uang berupa cek dari Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto.

Rincian suap yang diberikan berupa sembilan lembar cek dengan total Rp 46 miliar.

Suap ditujukan agar Nurhadi menangani dua perkara yang melibatkan perusahaan Hiendra di MA.

Adapun perkara yang ditangani pertama berasal dari kasus perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau PT KBN dan perkara perdata saham di PT MIT.

Baca: Penyidik KPK Sambangi Villa Mewah Mantan Sekretaris MA Nurhadi di Puncak Bogor

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas