Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibas Bandingkan Ekonomi Era SBY dan Jokowi, Aktivis '98 Simson Simanjuntak Bilang Begini

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas sebut SBY berhasil membawa ekonomi Indonesia meroket.

Ibas Bandingkan Ekonomi Era SBY dan Jokowi, Aktivis '98 Simson Simanjuntak Bilang Begini
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Ibas dan istri, Aliya Rajasa, melayat ke rumah duka almarhum Ashraf Sinclair, suami Bunga Citra Lestari, di Jalan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas  menyinggung prestasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat sebagai presiden.

Ia menyebut kala itu SBY berhasil membawa ekonomi Indonesia meroket.

Merespons hal tersebut, aktivis '98 Simson Simanjuntak menilai Ibas tidak tepat membanding-bandingkan pertumbuhan ekonomi era Pemerintahan SBY dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Simson, pertumbuhan ekonomi di era SBY memang lebih tinggi, namun hal tersebut karena berkah meningkatnya harga komoditas global.

Baca: Istana Imbau Pemasangan Spanduk HUT RI Tak Muat Foto Presiden Jokowi

"Bukan murni dari keberhasilan pemerintahan SBY di dalam mengendalikan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat itu," katanya kepada wartawan, Minggu (9/8/2020).

Diakui Simson, memang sepanjang tahun lalu, perekonomian Indonesia mengalami kondisi yang sulit akibat faktor global. Defisit perdagangan tercatat yang terparah dalam sejarah.

Baca: Ibas Minta Pemerintah Cari Solusi Cepat dan Tepat Tangani Pandemi Corona

Tak hanya itu, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) juga melebar di atas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sedangkan di jaman SBY, jelas Simson, terjadi commodity boom, menyebabkan ekspor membaik, merambat ke sektor lain karena pendapatan juga naik, sehingga berdampak terhadap kenaikan konsumsi rumah tangga.

Simson juga mengakui di era Joko Widodo nilai tukar rupiah pada tahun lalu sempat mencapai level Rp 15.000 per dolar AS, meski hanya berlangsung selama beberapa menit di pasar spot.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas