Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Alasan Pemerintah Terjunkan Ibu-ibu PKK Sosialisasi Penggunaan Masker Secara Masif

“Kenapa ini penting dan strategis, karena sebagian rakyat kita sangat patuh kepada orang tua khususnya ibu-ibu mereka,” kata Doni

Alasan Pemerintah Terjunkan Ibu-ibu PKK Sosialisasi Penggunaan Masker Secara Masif
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI - Sejumlah pengunjung terjaring razia masker yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang di Pasar Simongan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (10/8/2020). Mereka yang kedapatan tidak mengenakan masker harus melakukan gerakan olahraga atau menghafal Pancasila dan lagu kebangsaan Indonesia. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah lewat Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) belakangan gencar mengkampanyekan gerakan sejuta masker di tengah wabah virus corona ( covid-19).

Bukan tanpa alasan mengapa pemerintah pada akhirnya menurunkan ibu-ibu sebagai strategi sosialisasi.

Baca: Wanita Ini Klaim Temukan Potongan Masker di Dalam Nugget McDonalds yang Dimakan Putrinya

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan covid-19, Doni Monardo mengungkapkan, keberhasilan sosialisasi juga ditentukan dengan ikon yang memberikan pengaruh kepada publik.

Seperti menugaskan TP PKK yang menjadi pelopor yang diketuai istri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yaitu Tri Tito Karnavian sebagai ketua umum TP PKK.

“Kenapa ini penting dan strategis, karena sebagian rakyat kita sangat patuh kepada orang tua khususnya ibu-ibu mereka,” kata Doni dalam Rakor Sosialisasi Covid-19 yang berlangsung lewat media daring Youtube Kemendagri, Senin (10/8/2020).

Oleh karena itu, diterangkannya kehadiran ibu-ibu TP PKK diharapkan mampu menjadi bagian yang sangat strategis dalam upaya sosialisasi penggunaan masker selama pandemi.

“Memanfaatkan kearifan lokal,” katanya.

Kepala BNPB itu juga terus mendorong daerah-daerah gencar melakukan sosialisasi yang masif dan agresif berdasarkan kondisi yang ada di daerah masing-masing.

Ia juga menyadari bahwa media yang tepat juga merupakan kunci dari keberhasilan sosialisasi.

“Karena ternyata dari hasil survei 60 persen keberhasilan sosialisasi sangat ditentukan dengan media,” kata Doni.

Ia berharap kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, walikota bisa menemukan strategi yang tepat di daerah masing-masing sesuai menanggulangi penyebaran pandemi, maupun dampak sosial-ekonomi  sesuai kondisi yang ada.

Baca: Harga Masker Mahal Mendominasi Aduan Konsumen ke YLKI Selama Pandemi

“Mulai dari edukasi, sosialisasi, dan mitigasi, serta memilih orang-orang yang dapat dipatuhi oleh masyarakat. Tidak harus pejabat yang jadi ikon, tapi carilah orang-orang yang secara non formal mampu memberikan pengaruh yang luar biasa kepada public,” kata Doni.

“Covid bukan rekayasa dan bukan konspirasi, ancamannya nyata. Saya menyatakan covid ibarat malaikat pencabut nyawa karena menyebabkan korban mencapai lebih dari 700 ribu orang,” sambungnya.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas