Tribun

Fadli Zon dan Fahri Hamzah Akan Terima Bintang Jasa Mahaputra Nararya, Ini Penjelasan Istana

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan bintang tanda jasa Mahaputra Naraya kepada dua politikus yakni Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Fadli Zon dan Fahri Hamzah Akan Terima Bintang Jasa Mahaputra Nararya, Ini Penjelasan Istana
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Fahri Hamzah dan Fadli Zon. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan bintang tanda jasa Mahaputra Nararya kepada dua politikus yakni Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam akun twitternya @mohmahfudmd, Senin (10/8/2020).

"Dalam rangka HUT Proklamasi RI, Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Fahri Hamzah @Fahrihamzah dan Fadli Zon @fadlizon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya. Teruslah berjuang untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," tulis Mahfud MD.

Baca: Begini Respon Fahri Hamzah Akan Dapat Bintang Mahaputra Nararya dari Jokowi

Menanggapi hal tersebut Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan bahwa pemberian bintang dan jasa dilakukan setelah adanya seleksi oleh tim pemberian tanda jasa.

"Yang pasti ada seleksi, kan ada Tim Pemberian Tanda Jasa," kata Heru kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Heru mengatakan dalam memberikan tanda jasa, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Persyaratan tersebut diseleksi oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).

Baca: Ini Pertimbangan Jokowi Beri Bintang Tanda Jasa kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon

"Sekretarisnya (Dewan GTK) pak Sesmil (sekretaris militer). Tentunya (dengan) berbagai persyaratan," katanya.

Berdasarkan surat edaran Dewan GTK yang ditandatangani Sekretaris Militer Mayjen TNU Suharyanto pada 3 Desember 2019, usulan tanda jasa atau tanda kehormatan harus dilakukan peninjauan langsung lampiran klarifikasi dari Badan Intelijen Negara, Kejaksaan Agung RI, Kepolisian Negara, dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selain itu, usulan tanda kehormatan yang menggunakan uraian jasa agar bersedia dilakukan verifikasi dengan melakukan presentasi oleh calon penerima atau pengusul dan selanjutnya jika diperlukan akan dilakukan peninjauan langsung.

Baca: Mahfud MD Sebut Fahri Hamzah dan Fadli Zon Akan Dapat Bintang Mahaputra Nararya dari Jokowi

Berdasarkan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, Dan Tanda Kehormatan yang menjadi dasar surat edaran, dijelaskan mengenai tata cara pengajuan gelar, tanda jasa, dan kehormatan. Syarat tersebut diantaranya, seorang yang berjuang di wilayah NKRI, memiliki integritas moral, keteladanan berjasa, berkelakuan baik, terhadap bangsa dan negara. Serta tidak mengkhianati dan dipenjara.

Syarat lainnya yaitu berjasa besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa dan negara.

Kemudian pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial,ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang bermanfaat bagi bangsa dan negara atau dharmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas