Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Status Risiko Penyebaran Covid-19 Dinamis, Masyarakat Diminta Dsiplin Terapkan Protokol Kesehatan 

Wiku Adisasmito mengatakan bahwa status resiko penyebaran Covid-19 di suatu wilayah sifatnya dinamis.

Status Risiko Penyebaran Covid-19 Dinamis, Masyarakat Diminta Dsiplin Terapkan Protokol Kesehatan 
Freepik
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tigas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa status resiko penyebaran Covid-19 di suatu wilayah sifatnya dinamis.

Daerah yang sudah turun statusnya bisa kembali naik resiko penyebaran kasusnya. 

"Karena tergantung dengan perilaku menjalankan protokol kesehatan yang ada di masyarakatnya dan kemampuan dari seluruh kemampuan stakeholder termasuk pimpinan daerah, untuk memastikan masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata Wiku di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (11/9/2020).

Baca: Legislator PAN Minta Kemendikbud Beri Kepastian terkait Kurikulum di Masa Pandemi Covid-19

 Oleh karena itu, apabila status suatu daerah tiba-tiba naik, hal tersebut harus menjadi perhatian bagi kepala daerah dan masyarakatnya, terutama dalam kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan masyarakat.

 "Untuk itu bagi semua anggota masyarakat agar terus memonitor kondisinya, itu salah satu cara kita selalu waspada bahwa peningkatan kasus itu bisa ada terjadi setiap hari, dan apabila kita lakukan pengendalian dengan baik itu bisa terjadi kondisi yang membaik," katanya.

Untuk diketahui status penyebaran Covid-19 di Surabaya telah turun dari beresiko tinggi atau zona merah menjadi beresiko sedang atau zona oranye. Wiku mengatakan bahwa penentuan status penyebaran Covid-19 di suatu wilayah didasarkan pada 15 indikator.

Baca: Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Dokter Ingatkan Persiapan Maksimal Sebelum ke Kantor

"Ke 15 indikator tersebut terbagi dalam tiga kelompok besar yaitu epidemiologi, surveillance kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan," kata Wiku.

Oleh karena itu perubahan status penyebaran Covid-19 di Surabaya bukan hanya karena faktor tes saja. Melainkan juga angka kematian, tingkat kesembuhan pasien, dan lainnya. 

"itu terjadi tentunya bukan hanya karena aspek tes saja, tapi juga penanganan kasus yang sudah mulai membaik," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas