Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kini Petani Gagal Panen Bisa Terima Ganti Rugi Rp 6 Juta Per Hektar

Guna melindungi petani dari kerugian akibat gagal panen, PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo menyiapkan Sistem Informasi Asuransi Pertanian(SIAP).

Kini Petani Gagal Panen Bisa Terima Ganti Rugi Rp 6 Juta Per Hektar
Ilustrasi petani organik 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guna melindungi petani dari kerugian akibat gagal panen, PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo menyiapkan Sistem Informasi Asuransi Pertanian(SIAP).

Melalui SIAP ada beberapa fitur seperti, pendaftaran peserta, e-polis, pelunasan premi, pelaporan, hingga petani dan petugas penyuluh lapangan (PPL) dapat mengunggah dokumen klaim awal serta SK DPD.

Aplikasi tersebut juga dibuat untuk memudahkan pendaftaran asuransi pertanian program pemerintah.

“Melalui asuransi ini para petani dapat melindungi dari risiko kerugian nilai ekonomi usaha tani padi akibat gagal panen agar petani tetap memiliki modal kerja untuk penanaman berikutnya,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Diwe Nowara dalam pernyataannya, Rabu(12/8/2020).

Ganti rugi nantinya diberikan kepada peserta asuransi yang umur padinya sudah melewati 10 hari atau dengan tingkat dan luas kerusakan mencapai lebih dari 75 persen.

Baca: Legislator PDIP Imbau Lembaga Perbankan Permudah Kredit bagi Petani Terdampak Covid-19

Besarnya ganti rugi adalah Rp 6 juta per hektar per musim tanam. Jika kurang atau tidak genap kelipatan satu hektare, maka ganti rugi akan dihitung secara proporsional.

“Aplikasi ini juga menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19. Sehingga para petani dan PPL tak perlu lagi bertatap muka dengan pihak Asuransi Jasindo, namun tetap memiliki ikatan yang kuat,” ujar Diwe.

Diwe mengatakan keberadaan aplikasi tersebut memudahkan para petani dalam proses pendaftaran, monitoring proses penutupan dan klaim, mengunduh e-polis, dan percepatan laporan awal klaim.

Baca: Petani Pagaralam Sengaja Buang Hasil Panen di Jalan, karena Kecewa Harga Tomat Cuma Rp 300 per Kg

“Melalui aplikasi ini, prinsip transparansi dan akuntabilitas pun akan sangat terjaga. Karena pihak terkait bisa memantau pelaksanaan asuransi program pemerintah melaui aplikasi ini,” terangnya.

Diketahui, sejak Oktober 2015, Asuransi Jasindo dan Kementerian Pertanian menghadirkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi petani dari risiko-risiko dan meningkatkan daya saing usaha petani padi.

Hal ini sejalan dengan amanat yang tertuang dalam Undang Undang (UU) nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, khususnya pelaksanaan strategi perlindungan petani melalui asuransi pertanian. (Willy Widianto)

Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas