Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tiga Golongan yang Kerap Menggunakan Pasal UU ITE, dari Oknum Pejabat hingga Penegak Hukum

Gara-gara postingan di media sosial, seseorang bisa dilaporkan ke polisi.

Tiga Golongan yang Kerap Menggunakan Pasal UU ITE, dari Oknum Pejabat hingga Penegak Hukum
YouTube Tribunnews.com
Merdeka Penjara Vs Penjara (Tangkap Layar YouTube Tribunnews.com). 

Sebab, menurut Arsyad ada tujuan yang jelas.

"Yang kami dapatkan yang pertama itu adalah barter perkara."

Baca: Jerinx Dijerat UU ITE, Pengamat : Bisa Mereduksi Citra Hukum di Indonesia 

Baca: FAKTA Baru Fetish Kain Jarik: Pelaku Dijerat UU ITE, Dilakukan Sejak 2015 hingga Akui Ada 25 Korban

"Jadi ketika kita dilaporkan oleh UU ITE targetnya adalah bagaimana ada hal-hal yang sedang kita perjuangkan atau ada hal-hal yang sedang kita suarakan itu coba dibungkam, atau dihentikan," jelasnya.

Selain itu, penggunaan UU ITE juga bertujuan untuk melakukan intervensi, pembungkaman serta shock teraphy.

Lebih lanjut, Arsyad mengatakan, selama rentang waktu 2008-2016 Paguyuban ITE banyak menerima korban kasus yang terkait Pasal 27 Ayat 3.

Bunyi Pasal 27 Ayat 3 yakni, setiap orang dengan sengaja tanpa hal mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

Baca: Ancaman UU ITE Menanti jika Berani Palsukan SIKM

Baca: Ahli Hukum Sebut Sarah Keihl Bisa Dipidana Maksimal 6 Tahun Penjara, Melanggar UU ITE

"Kenapa pasal 27 Ayat 3? Ini sangat mudah, penafsirannya sangat luas."

"Jadi siapapun orang yang merasa dirinya tercemarkan itu bisa menggunakan Pasal 27 Ayat 3."

"Saya seumpama bilang, 'kamu kok rambutnya jelek, botak'. Itu bisa."

"Atau saya bilang 'eh kok kamu gendutan, kamu harus diet dong biar banyak yang suka', nah itu bisa menggunakan Pasal 27 Ayat 3 untuk melaporkan karena dia meresa tercemarkan," jelasnya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana)

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas