Tribun

Kemerdekaan dan Pancasila Tak Bisa Dipisah, Ibarat Dua Sisi Mata Uang

Basarah memaknai kemerdekaan Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar negaranya ibarat dua sisi mata uang.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Kemerdekaan dan Pancasila Tak Bisa Dipisah, Ibarat Dua Sisi Mata Uang
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Ahmad Basarah 

Setelah diyakini, dipahami, barulah Pancasila bisa diamalkan. Menurut Basarah bukan tanggung jawab BPIP semata untuk mensukseskan proses internalisasikan Pancasila. Namun semua pihak bertanggung jawab dalam membumikan Pancasila.

"Kami berharap revisi UU Sisdiknas di Komisi X DPR, kebetulan saya di Komisi X, maka pelajaran Pancasila harus masuk lagi dalam mata pelajaran wajib. Sehingga seluruh anak didik kita itu diinternalisasikan nilai-nilai Pancasila, kemudian setelah diinternalisasikan sekolah-sekolah formal, informal, di instansi-instansi pemerintah, lalu kemudian para pemimpin bangsa memberikan suri tauladan bagaimana Pancasila itu bekerja, berpraktek di tengah masyarakatnya," kata Basarah.

Yang tak kalah penting, Ahmad Basarah mengatakan pembumian Pancasila tidak boleh tergantung dengan selera rezim. Jika demikian, maka pembubaran BP7 di era lengsernya Soeharto akan kembali terulang. Bukan tak mungkin pula BPIP akan dibubarkan ketika rezim Jokowi selesai.

Padahal BPIP dipercaya Basarah sebagai sesuatu yang niscaya dan diperlukan bangsa Indonesia, bukannya kepentingan dari suatu rezim.

"Karena itu menjadi beralasan kalau payung hukum BPIP ini jangan payung hukum Perpres. Dulu BP7 dibubarkan oleh presiden berikutnya karena payung hukum BP7 itu Perpres, tergantung selera presiden. Tapi kalau payung hukum BPIP dan Pembinaan Ideologi Pancasila itu oleh Undang-Undang, setidak-tidaknya kalau presiden berikutnya mau mengganti atau membubarkan, dia harus tanya dulu ke DPR. Karena payung hukumnya adalah Undang-Undang," kata dia.

"Jadi dengan demikian, bagi saya Pancasila ini adalah ideologi yang mempersatukan bangsa Indonesia. Banyak negara lain gagal mengelola perbedaannya, padahal tidak semajemuk bangsa Indonesia. Tapi kita bisa mengelola perbedaan menjaga kerukunan, persatuan karena kita punya Pancasila. Maka 75 tahun Indonesia merdeka marilah bukan hanya kita rawat, bukan hanya kita jaga, tapi kita amalkan Pancasila ini dalam kehidupan berbangsa dan negara kita," pungkas Ahmad Basarah.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas