Jokowi Minta Gubernur Percepat Realisasikan Belanja Daerah Untuk Cegah Resesi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah pada posisi minus 5,3 persen pasa kuartal kedua tahun 2020.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah pada posisi minus 5,3 persen pasa kuartal kedua tahun 2020.
Menurut Presiden, masih ada waktu sampai akhir bulan September untuk menyelamatkan Indonesia dari jurang resesi.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan arahan kepada para Gubernur menghadapi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi Nasional melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9/2020).
Baca: Peringatan 70 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Tiongkok, Jokowi Sampaikan Ini ke Xi Jinping
"Untuk itu, kuartal ketiga yang kita ini masih punya waktu 1 bulan yaitu Juli Agustus-September, kita masih punya kesempatan di bulan September ini," kata Jokowi.
"Kalau kita masih berada pada posisi minus, artinya kita masuk ke resesi," tambahnya.
Maka dari itu, Presiden menekankan agar pemerintah daerah mempercepat belanja APBD provinsi dan perintahkan untuk Bupati Walikota agar APBD Kabupaten dan Kota terutama yang berkaitan dengan belanja barang, belanja modal, belanja Bansos ini betul-betul disegerakan.
Baca: Jokowi Minta Gubernur Lapor Pemerintah Pusat Jika Punya Kendala Dalam Penanganan Covid-19
Sehingga, bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan memulihkan ekonomi di daerah.
"Data yang dilaporkan per 27 Agustus 2020, rata-rata nasional belanja untuk APBD Provinsi ini masih di angka 44,74 persen. 44 persen dan untuk belanja kabupaten dan kota mencapai 48,8 persen. Hati-hati mengenai ini," tegas Jokowi.
"Ini angkanya saya kira bisa kita lihat belanja untuk barang dan jasa realisasinya sudah berapa, untuk belanja modal berapa, untuk belanja bansos berapa," jelasnya.
Baca tanpa iklan