Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tahun Depan, Pemerintah Akan Lanjutkan Program Kartu Prakerja dan Bansos Tunai

Pemerintah akan melanjutkan program perlindungan sosial kepada masyarakat, seperti bantuan sosial dan Kartu Prakerja pada 2021.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tahun Depan, Pemerintah Akan Lanjutkan Program Kartu Prakerja dan Bansos Tunai
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Menteri Keuangan - Sri Mulyani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan melanjutkan program perlindungan sosial kepada masyarakat, seperti bantuan sosial dan Kartu Prakerja pada 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dilanjutkannya program tersebut dalam rangka mendukung pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

"Pemerintah pada 2021 akan melanjutkan pelaksanaan program perlindungan sosial melalui PKH, Kartu Sembako, dan melanjutkan pemberian bansos tunai,serta melanjutkan pelaksanaan program Kartu Prakerja," kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Baca: BLT Rp 600 Ribu Tahap II Cair Minggu Ini, Pencairan di Rekening Bank Swasta Lebih Lambat

Di samping itu, kata Sri Mulyani, berkaca pada penanganan pandemi Covid-19, pemerintah akan melakukan penguatan pelaksanaan program perlindungan sosial untuk mempercepat penurunan
kemiskinan akibat pandemi Covid-19, dengan melaksanakan reformasi sistem perlindungan sosial.

"Reformasi sistem perlindungan sosial dilakukan melalui perbaikan data masyarakat miskin dan rentan, integrasi dan digitalisasi penyaluran bantuan sosial, pengembangan sistem perlindungan sosial yang adaptif, serta penyempurnaan mekanisme pendanaan perlindungan sosial," katanya.

Baca: Ada 13,8 Juta Nomor Rekening Penerima BLT Rp 600 Ribu di BPJS Ketenagakerjaan, Pencairan Bertahap

Sri Mulyani, memperkirakan kondisi perekonomian dan inflasi ke ke depan akan berangsur membaik, di mana tingkat kemiskinan akan berada di kisaran 9,2 persen sampai 9,7 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perbaikan kondisi makro juga memberikan dampak yang luas sehingga lapangan kerja bagi masyarakat miskin dan rentan dapat kembali tercipta, iklim investasi terjaga, dan infrastruktur terutama di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan dapat dikembangkan," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas