Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Megawati Curhat, Masih Ada yang Memanas-manasi Dirinya Agar Nyapres Lagi

Menanggapi dorongan itu, Megawati hanya tertawa karena menganggapnya sebagai candaan belaka.

Megawati Curhat, Masih Ada yang Memanas-manasi Dirinya Agar Nyapres Lagi
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pengumuman calon kepala daerah PDIP gelombang IV melalui telekonferensi, Jumat (28/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkap hingga saat ini masih ada pihak yang mendorong-dorong dirinya untuk maju dalam Pilpres.

Menanggapi dorongan itu, Megawati hanya tertawa karena menganggapnya sebagai candaan belaka.  Megawati menilai kepentingan bangsa dan negara lebih penting dibanding ambisi pribadi.

"Ada yang bilang, ibu, kenapa ibu nggak mau jadi presiden lagi? Saya hanya ketawa-ketawa saja. Enak saja kamu manas-manasin saya. Karena itulah, kita harus meluruhkan yang namanya keinginan pribadi kita di partai politik itu," ujar Megawati, saat memberikan arahan pada pengumuman calon kepala daerah dan wakil kepala daerah gelombang V, secara daring, Rabu (2/9/2020).

Tak berbeda pula dengan pemberian rekomendasi bagi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung PDIP untuk perhelatan Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Baca: Megawati Kesulitan di Sumatera Barat, Tempat Jokowi Kalah Suara dari Prabowo

Megawati menegaskan rekomendasi yang disampaikannya bukanlah untuk kemenangan pribadi, namun kepentingan yang lebih luas.

"Boleh saja marah secara pribadi kepada saya, tetapi jangan saya sebagai ketua umum. Karena saya dijadikan ketua umum itu oleh kalian dalam sebuah institusi tertinggi partai yang namanya Kongres Partai. Kalian semua mengikuti, kita secara demokratis tetapi terpimpin," kata dia.

Putri Soekarno tersebut mencontohkan saat dirinya memberikan rekomendasi kepada Joko Widodo di Pilpres 2014 silam.

Rekomendasi itu diberikan kepada Jokowi karena Megawati melihat mantan walikota Solo tersebut sebagai sosok tepat untuk memajukan Indonesia. Namun tatkala rekomendasi itu diberikan, kata Megawati, banyak yang mencibir dan mempertanyakan siapa itu Jokowi.

"Insyaallah pilihan saya, karena saya mencarinya dengan hati yang bersih, bukan secara pragmatis. Melihat Pak Jokowi itu kalau dipikirkan dulu dibilang siapa Jokowi. Orang bilang itu hanya kan insinyur, pengusaha furniture. Tetapi kan itulah yang saya katakan, saya tidak akan sembarangan mencari orang," ungkapnya.

"Bukan demi Pak Jokowi seperti sekarang, tapi demi pemimpin bangsa ini dapat membawa arah perjuangan yang terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas