Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Legislator PKS Minta Pemerintah Berikan Vaksin yang Sudah Teruji Efektif ke Masyarakat

Sukamta juga mengatakan hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah data bahwa ada 3 dari 7 jenis whole genome

Legislator PKS Minta Pemerintah Berikan Vaksin yang Sudah Teruji Efektif ke Masyarakat
HANDOUT / RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND / AFP
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta meminta pemerintah memberikan vaksin Covid-19 yang sudah teruji ke masyarakat. Dia tak ingin pemerintah asal-asalkan dalam menggunakan vaksin Covid-19, khususnya yang berasal dari luar negeri.

Menurutnya unsur kehati-hatian sangat penting dalam menentukan vaksin yang akan dipergunakan di Indonesia.

“Pertama, vaksin yang akan diberikan ke rakyat Indonesia harus benar-benar sudah teruji efektif untuk membentuk antibodi tubuh dalam melawan virus COVID-19. Penting soal efektif atau tidaknya. Walaupun mengenai kehalalan juga penting," ujar Sukamta, kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Baca: Menristek : Indonesia Butuh 400 Juta Vaksin Covid-19

Sukamta juga mengatakan hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah data bahwa ada 3 dari 7 jenis whole genome sequencing (WGS) virus Covid-19 yang berada di Indonesia tidak termasuk S, G, maupun V. Sehingga sementara ini dikelompokkan sebagai others oleh lembaga Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

"Fakta tentang jenis virus yang ada di Indonesia yang berbeda dengan jenis virus yang saat ini ada di GISAID harus diperhatikan dengan seksama. Apalagi temuan bahwa jenis dan mutasi virus ini cepat maka penanganan virusnya bisa sangat spesifik misal hanya untuk penduduk Indonesia," katanya.

Baca: Menristek Sebut Mutasi Virus Corona D614G Tak Ganggu Pengembangan Vaksin

Fakta tersebut menjadi penting, kata dia, ketika Indonesia mengimpor vaksin dari luar negeri. Data, analisis virus dan keefektifan vaksin harus sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Jadi bukan sekadar jumlah peserta uji klinis fase tiga yang mencapai puluhan ribu dari 119 etnis, kemudian ada pernyataan bahwa uji klinis yang dilakukan oleh perusahaan pembuat vaksin di luar negeri disebut valid dan cocok diberikan kepada rakyat Indonesia.

"Apalagi pernyataan vaksin valid hanya berdasarkan penilaian singkat saat kunjungan kerja ke luar negeri lembaga yang berwenang memberi ijin edar obat makanan, tentu ini berbahaya," ungkapnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI tersebut menegaskan bahwa lebih cepat dalam urusan vaksin Covid-19 belum tentu lebih baik. Menurutnya saat ini efektivitas vaksin untuk menyelamatkan rakyat harus menjadi hal utama.

Baca: Jokowi: Vaksin Merah Putih Diproduksi Pertengahan Tahun Depan

Sukamta juga mengingatkan terkait konsekuensi keuangan. Dimana keinginan secepat mungkin memperoleh vaksin dengan mengimpor obat atau vaksin dari luar negeri nantinya belum tentu efektif bekerja.

"Kebijakan ini sangat beresiko pada pemborosan APBN. Lebih baik dukung pengembangan vaksin dan obat buatan dalam negeri supaya bisa berhasil efektif secepat-cepatnya," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas