Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pimpinan Komisi X Minta Hasil Panja PJJ Dijadikan Rujukan Penganggaran Kemendikbud 2021

Hetifah Sjaifudian mengingatkan penganggaran tersebut tetap harus mempertimbangkan dampak dari pandemi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pimpinan Komisi X Minta Hasil Panja PJJ Dijadikan Rujukan Penganggaran Kemendikbud 2021
dpr.go.id
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi X DPR RI membahas pagu anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2021 dalam rapat kerja bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Dalam rapat tersebut, pagu anggaran Kemendikbud untuk tahun 2021 diusulkan sebesar Rp81,53 triliun. Komisi X juga menyerahkan rekomendasi Panja pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengingatkan penganggaran tersebut tetap harus mempertimbangkan dampak dari pandemi Covid-19.

Baca: Ada Siswa Belajar Pakai HT, Komisi X DPR Harap Pemerintah Beri Bantuan Sarana PJJ

"Komisi X DPR RI telah menyerahkan rekomendasi panja pembelajaran jarak jauh yang merupakan destilasi masukan dari berbagai pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Rekomendasi ini kami harap dapat mewarnai program dan anggaran di tahun 2021," ujar Hetifah, dalam keterangannya, Jumat (4/9/2020).

Hetifah mengatakan dampak dari pandemi Covid-19 tidaklah main-main dan dapat bersifat permanen. Salah satu dampak itu adalah learning loss akibat pembelajaran jarak jauh yang tidak efektif.

Baca: HUT Ke-75 RI, Zenius Beri Fasilitas Penunjang PJJ untuk Guru dan Siswa di Daerah

"Saya harap asesmen kompetensi dari Kemendikbud dapat memetakan ini dan memitigasinya dengan program pembelajaran yang terdiferensiasi. Tidak dapat disamaratakan secara nasional, karena tingkat kehilangan pembelajarannya berbeda-beda," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Politikus Golkar tersebut turut mengapresiasi adanya penganggaran untuk digitalisasi sekolah. Dia pun berharap dalam jangka pendek ada solusi-solusi dari Kemendikbud untuk meningkatkan kualitas PJJ, seperti melalui dana BOS atau sumber pembiayaan lainnya.

Baca: Gus AMI Sarankan Mendikbud Ajak NU dan Muhammadiyah untuk Sukeskan PJJ

Alasannya, kata dia, hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Hetifah juga mencontohkan masih banyak sekolah-sekolah di daerah 3T yang membutuhkan lebih dari sekadar kuota gratis.

"Banyak yang membutuhkan hotspot-hotspot di sekolah. Saya harap ini dapat difasilitasi di tahun anggaran mendatang," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas