Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

59 Negara Tutup Pintu untuk WNI, Kemenlu Diminta Tetap Lakukan Diplomasi Intensif

Komisi I DPR menghormati keputusan 59 negara yang menutup pintu terhadap WNI, namun Kemenlu harus menjalin diplomasi dengan negara tersebut.

59 Negara Tutup Pintu untuk WNI, Kemenlu Diminta Tetap Lakukan Diplomasi Intensif
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Sebanyak 57 penumpang yang terdiri dari 52 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 5 Warga Negara Asing (WNA) asal Kualalumpur, Malaysia, tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Senin (18/05/20). Kemudian mereka langsung di bawa menggunakan bus dan menjalani karantina di Kampus Badan PPSDMD, Kota Semarang, Jawa Tengah selama lima hari, untuk selanjutnya akan dikarantina di kota masing-masing, Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI fraksi Partai NasDem Muhammad Farhan menghormati keputusan 59 negara yang menutup pintu terhadap Warga Negara Indonesia (WNI).

Namun, menurutnya pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri harus menjalin diplomasi dengan negara-negara tersebut.

"Pada saat bersamaan diplomasi harus tetap terjaga karena kita masih memerlukan  hubungan luar negeri yang baik," kata Farhan kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

"Maka pemerintah, dalam hal ini Kemenlu harus melakukan diplomasi yang intensif dengan 59 negara tersebut karena kita masih punya kepentingan strategis bagi WNI yang harus masuk ke negara-negara itu, baik kepentingan bisnis, pemerintahan dan pendidikan," imbuhnya.

Baca: Malaysia Melarang Masuk Warga Dari 23 Negara yang Kondisi Pandemi Covid-19 Dianggap Parah

Baca: Malaysia Larang WNI Masuk ke Negaranya, Istana: Kita Maklumi Kalau Ini Kebijakan Internal Mereka

Di sisi lain, Farhan menilai penutupan WNI ke 59 negara tersebut merupakan momen untuk introspeksi terhadap penanggulangan pandemi Covid-19 di dalam negeri yang belum menunjukan penurunan grafik dari kasus positif Covid-19.

Menurutnya bagaimanapun reaksi 59 negara itu juga harus dijadikan alat untuk mempersatukan bangsa.

"Karena kita sekarang sedang menghadapi masalah Pandemi Covid-19, yang mana akan mempengaruhi harkat dan martabat bangsa kita di mata dunia," pungkasnya.

Diketahui, 59 negara melarang warga Indonesia masuk ke negaranya. 

Hal tersebut dilakukan karena tingginya angka kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas