Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penjelasan Menteri Agama soal Polemik Pernyataan Radikalisme Masuk Melalui Orang Good Looking

Soal pernyataan radikalisme dapat masuk melalui orang good looking, Menteri Agama Fachrul Razi mengira dirinya menjadi pembicara di acara internal ASN

Penjelasan Menteri Agama soal Polemik Pernyataan Radikalisme Masuk Melalui Orang Good Looking
istimewa/dok Kemenag RI
Menteri agama Fachrul Razi - Soal pernyataan radikalisme dapat masuk melalui orang good looking, Menteri Agama Fachrul Razi mengira dirinya menjadi pembicara di acara internal ASN. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memberikan klarifikasi terkait pernyataanya mengenai radikalisme yang ia sebut dapat masuk ke masjid melalui orang-orang yang berpenampilan menarik atau good looking dan hafiz.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara peluncuran aplikasi ASN No Radikal yang berlangsung di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) beberapa waktu lalu.

Facrul Razi menegaskan, ia membuat pernyataan tersebut karena mengira acara yang dihadiri hanya sebatas di lingkup internal ASN.

"Perlu saya garis bawahi, saya mohon maaf tidak tahu bahwa itu menjadi persoalan publik. Saya kira itu internal ASN, kalau bicara tentang publik pasti akan bicara tentang bahasa yang berbeda meskipun substansinya sama," jelas Fachrul dalam video yang diunggah di kanal YouTube Tvonenews, Selasa (8/9/2020).

Sehingga ia memberikan masukkan tentang bagaimana cara agar ASN tidak terpapar radikalisme.

Baca: Rapat di DPR, Menag Dicecar Terkait Pernyataan Agen Radikalisme Good Looking

Di antaranya dengan benar-benar memperhatikan saat proses rekruitmen, pendidikan di lembaga-lembaga lanjutan oleh pemerintah, dan ibadahnya.

Adapun Fachrul juga mengklarifikasi mengapa dirinya hanya menyebutkan masjid saja saat ditanya mengenai rumah ibadah.

Hal itu karena hanya umat Islam yang berkewajiban melakukan ibadah di saat jam kerja ASN.

"Orang bertanya, bapak sebut rumah ibadah kok bapak cuma ngomongnya masjid doang, karena pada saat jam kerja, ASN hanya berhadapan dengan masjid. Tidak ada ibadah lain yang dilakukan jam kerja," paparnya.

Selanjutnya, Fachrul meminta agar seluruh ASN dan pegawai BUMN waspada terhadap pengaruh radikalisme.

Baca: Rapat dengan Komisi VIII DPR, Menag Diminta Klarifikasi Pernyataan Radikalisme-Good Looking

Halaman
12
Penulis: Rica Agustina
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas