Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Marwan Jafar Minta Vaksin Covid-19 Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu

Marwan Jafar meminta agar pemerintah melalui BUMN memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat yang secara ekonomi kurang beruntung.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Marwan Jafar Minta Vaksin Covid-19 Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Komisi VI DPR, Marwan Jafar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR, Marwan Jafar meminta agar pemerintah melalui BUMN memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat yang secara ekonomi kurang beruntung.

Menurutnya, pemberian vaksi Covid-19 secara gratis itu tidak hanya kepada masyarakat yang terdaftar BPJS Kesehatan, melainkan juga kepada masyarakat informal yang kurang mampu.

"Bagi masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi harus diberikan secara gratis. Tidak hanya yang masuk BPSJ kesehatan, tapi juga kepada BPJS ketenagakerjaan, penerima Bansos, BLT (bantuan langsung tunai), tukang gorengan, juga termasuk wartawan," kata Marwan, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT Bio Farma, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Pemberian vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat kurang mampu, kata Marwan, sebagai bukti bahwa negara hadir di tengah-tengah pandemi.

"Itu membuktikan bahwa negara harus hadir. Jadi penekanan saya soal keberpihakan kepada masyarakat yang kurang beruntung," kata Marwan.

Baca: Satgas Covid-19 Sepakat dengan Pengetatan PSBB di DKI

Kata Marwan, pemerintah juga harus transparan terhadap keselamatan dalam mengkonsumsi vaksin tersebut.

"Lalu soal keselamatan, kalau ada masalah harus transparan dan harus diumumkan kepada publik," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Disamping itu, kata Marwan, BUMN farmasi juga harus mengantisipasi kekuatan produksi vaksin tersebut.

Menurutnya, BUMN Farmasi perlu menggandeng perusahaan farmasi raksasa untuk mentransfer teknologi.

"BUMN farmasi harus menggandeng perusahaan raksasa dunia untuk atau transfer teknologi, sekaligus transfer ilmu pengetahuan, sehingga perusahaan BUMN farmasi kita siap secara SDM. Jadi kita bisa mempersiapkan investasi bidang kesehatan," kata mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas