Tribun

BP2MI Gagalkan Percobaan Pengiriman 6 Calon Pekerja Migran Indonesia Ilegal ke Kamboja

BP2MI berhasil menggagalkan percobaan pengiriman sebanyak 6 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Kamboja.

BP2MI Gagalkan Percobaan Pengiriman 6 Calon Pekerja Migran Indonesia Ilegal ke Kamboja
BP2MI
Kepala BP2MI Benny Rhamdani. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil menggagalkan percobaan pengiriman sebanyak 6 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Kamboja.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan awalnya BP2MI telah menerima laporan dari seorang calon pekerja migran Indonesia perempuan melalui Crisis Center BP2MI, Selasa (6/9/2020).

"Yang bersangkutan calon PMI bernama Regita. Dia telah melapor ke BP2MI dan menjelaskan modus pemberangkatan ilegal," ungkap Benny Rhamdani dalam Konferensi Pers virtual, Jumat (11/9/2020).

Benny mengungkapkan calon PMI tersebut mengaku akan diberangkatkan ke Kamboja melalui Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

Baca: Upaya BP2MI Gagalkan Pengiriman 200 Calon PMI Ilegal ke Dubai Diapresiasi

UPT BP2MI Medan segera melakukan koordinasi dengan Polres setempat untuk mengamankan pemberangkatan calon PMI setelah mendapat laporan tersebut.

"Hasilnya, sebanyak 6 calon PMI diamankan diantaranya, 3 orang asal Pasang Sidempuan, 2 orang asal Singkawang Kalimantan Barat, dan 1 orang asal Batuampar Kalimantan Barat," ujar Kepala BP2MI.

Setelah selesai proses BAP oleh Satgas Bareskrim Mabes Polri, 6 calon PMI dibawa menuju shelter UPT BP2MI Jakarta.

Baca: BP2MI Teken MoU dengan PT Angkasa Pura II, Ini 5 Fasilitas VVIP Bagi Pekerja Migran di Bandara

Menurut pengakuan 6 calon PMI, mereka mendapatkan penawaran bekerja di Kamboja melalui saudaranya.

Mereka dijanjikan dengan gaji Rp 4 juta dan uang makan 250 dollar Amerika setiap bulannya.

Benny mengatakan, 6 calon PMI tersebut semuanya sudah dilakukan pemeriksaan oleh Satgas TPPO Bareskrim Polri.

Semua dokumen milik calon PMI beserta tiket dan uang sejumlah 60.000 dollar Amerika sudah diserahkan ke penyidik sebagai barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

"InsyaAllah satu hari ke depan, sesuai hasil koordinasi dengan Dirtipidum Bareskrim Polri keenam calon PMI bisa dipulangkan ke daerah asalnya," ujarnya.

Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas