Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bacaan Doa Qunut Nazilah, Lengkap Beserta Latin, Arti dan Tata Cara Membacanya

Simak bacaan doa Qunut Nazilah, lengkap beserta tulisan latin, arti dan tata cara membacanya.

Bacaan Doa Qunut Nazilah, Lengkap Beserta Latin, Arti dan Tata Cara Membacanya
aboutislam.net
Bacaan doa Qunut Nazilah lengkap dengan lafal latin dan artinya 

"Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin."

Baca: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Lengkap dengan Arti dan Manfaat Puasa Senin Kamis

Baca: Bacaan Niat Shalat Tahajud, Lengkap dengan Waktu, Doa, hingga Tata Cara

"Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan."

"Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya."

Tata Cara Membaca Doa Qunut Nazilah

1. Doa Qunut Nazilah dibaca setelah ruku’ pada rakaat terakhir shalat fardhu.

2. Baik ketika menjadi imam atau sendirian, Lafadz Qunut Nazilah dibaca pelan saat shalat sirriyah (seperti Dhuhur dan Ashar).

Sementara pada saat Shalat Maghrib, Isya’, dan Subuh dibaca secara Jahriyah atau keras.

3. Ketika shalat berjamaah, Imam shalat dimohon untuk mengumumkan lafadz doa Qunut Nazilah dengan mengganti kata untuk diri sendiri ‘ni‘ (mutakallim wahdah, saya) menjadi ‘na” (mutakallim ma’al ghair, kita), sementara makmum cukup mengaminkan saja.

(Tribunnews.com/Latifah)

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas