Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BPOM Take Down 48 Ribu Iklan Obat Ilegal Selama Pandemi Covid-19

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan 48.058 tautan iklan penjualan obat dan makanan ilegal.

BPOM Take Down 48 Ribu Iklan Obat Ilegal Selama Pandemi Covid-19
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Kepala Badan POM Penny Lukito dalam konferensi pers daring, Jumat (25/9/2020), terkait penemuan makanan dan obat ilegal. 

Laporan wartawan Tribunnews.com Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam enam bulan terakhir khususnya saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan 48.058 tautan iklan penjualan obat dan makanan ilegal.

Kepala Badan POM Penny K Lukito mengatakan penindakan dilakukan Balai Besar/Balai POM/Kantor Badan POM di kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.

Ia menyebut, obat-obat yang dikaitkan dengan Covid-19 itu berupa hydroxicloroquine, azytromicin, dan dexametrason.

Baca: BPOM Ungkap Produsen Obat Tradisional Ilegal Senilai Rp 3,25 Miliar di Bekasi

“Selama kurun waktu Maret-September 2020, telah dilakukan operasi penindakan di 29 provinsi dengan nilai temuan barang bukti sebesar Rp 46,7 miliar," ujar Penny dalam konferensi pers daring, Jumat (25/9/2020).

Ia mengatakan penemuan tersebut meningkat 100 persen jika dibandingkan dengan penemuan di tahun sebelumnya, di mana tahun 2019, Badan POM berhasil mengidentifikasi 24.573 tautan iklan.

"Sepanjang tahun 2020 ini, dalam semester I masa krisis pandemi ini sudah ada peningkatan sampai 100 persen jadi hampir 2 kalinya dari kejadian dibandingkan tahun lalu," katanya.

Baca: BPOM Ingatkan Iklan Galon Sekali Pakai tidak Boleh Diskreditkan Produk Lain

Penny menuturkan, sebagai tindaklanjut pihaknya bekerja sama dengan Indonesian ecommerce asosiation melakukan take down atau menurunkan iklan-iklan tersebut.

"Masyarakat diharapkan agar lebih berhati-hati dalam memilih, membeli dan mengonsumsi produk Obat dan Makanan, termasuk banyaknya informasi penggunaan obat-obat herbal dengan klaim mencegah, mengobati atau menyembuhkan Covid-19," jelas Penny.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas