Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Pilkada Sudah di Depan Mata, PKB Minta Presiden Jokowi Segera Tentukan Nama Sekjen KPU

Wakil Ketua DPP PKB Bidang Pemenangan Pemilu Jazilul F menyoroti posisi Sekjen KPU RI yang sudah lama kosong padahal Pilkada serentak di depan mata.

Pilkada Sudah di Depan Mata, PKB Minta Presiden Jokowi Segera Tentukan Nama Sekjen KPU
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (tengah) bersama anggota KPU RI Hasyim Asyari, Evi Novida Ginting Manik dan Pramono Ubaid Tanthowi saat menjadi pembicara pada konferensi pers terkait Pilkada 2020 di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2019). KPU menyebut ada 61 dari 270 daerah yang belum menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran pilkada 2020. Terkait hal itu, KPU akan berkoordinasi dengan Bawaslu dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPP PKB Bidang Pemenangan Pemilu Jazilul Fawaid angkat bicara terkait posisi Sekjen KPU RI yang sudah lama kosong.

Padahal Pilkada Serentak 2020 sudah di depan mata.

Menurutnya, posisi Sekjen di KPU sangat dibutuhkan dalam momentum pilkada.

Apalagi saat ini sudah lebih dari dua bulan sejak selesai seleksi oleh Pansel, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengambil keputusan.

"Sudah saatnya Sekjen KPU ditetapkan karena kebutuhan dan urgensi yang begitu mendesak," ujar Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, dalam keterangannya, Selasa (29/9/2020).

Baca: KPU Tak Punya Sekjen, Pemerintah Paksakan Pilkada dalam Kondisi tak Optimal

Gus Jazil menilai Presiden Jokowi harus segera menetapkan satu dari tiga nama yang sudah diusulkan Panitia Seleksi Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (Pansel Sekjen KPU RI).

"Pansel Sekjen KPU RI sudah menyerahkan tiga nama calon pada tanggal 24 Juli 2020 lalu. Presiden harus segera menetapkan Sekjen KPU definitif," kata dia.

"Memasuki masa Pilkada di tengah Pandemi Covid-19 ini, semestinya kinerja jajaran KPU dari pusat sampai kabupaten sudah siap sedia untuk bekerja keras," imbuhnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI itu merasa aneh jika penunjukan posisi Sekjen KPU malah ditunda sampai berbulan-bulan.

"Presiden biasanya bertindak cepat, atau jangan-jangan usulan nama- namanya belum sampai dimeja kerjanya atau tidak ada 'sense of krisis' aparat dibawahnya," ungkapnya.

Baca: KPU Mulai Uji Coba Aplikasi Penggantian Antarwaktu Anggota Legislatif

Baca: Daftar Calon Kepala Daerah yang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Siap Bertarung di Pilkada 2020

Karena waktu yang tergolong sudah mepet pula, Gus Jazil meminta agar jika tiga nama yang diajukan ada masalah maka sebaiknya untuk segera diganti nama baru yang lebih baik.

"Jika tidak, saya kuatir kinerja KPU kurang maksimal dan tidak siap melaksanakan pilkada 9 Desember," tandasnya.

Untuk diketahui, Ketua Pansel Sekjen KPU RI Prof. Hamdi Muluk melalui Keputusan Nomor: 20/Pansel.JPT.Sekjen KPU/VII/2020, mengumumkan secara terbuka nama-nama hasil seleski akhir Calon Sekjen KPU RI.

Mereka antara lain Drs. Bernad Dermawan Sutrisno, M.Si (Sekretaris Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu / DKPP), Budi Achmad Djohari, Ak (Kepala Pusat Teknologi dan Informasi Mahkamah Konstitusi) dan Edy Mulya, Ak. M.Si (Direktur Pengawasan Akuntabilitas Keuangan Daerah pada BPKP).

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas