Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolri: Kalau Masih Boleh Saya Tempeleng Itu Pilot

Idham merasa geram dengan kelakuan anak buahnya itu. Jika dipebolehkan, dia ingin menampar si pilot.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kapolri: Kalau Masih Boleh Saya Tempeleng Itu Pilot
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Kapolri Jenderal Idham Azis hadir secara virtual dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (30/9/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Helikopter milik Polda Sultra terbang rendah sebanyak tiga kali di tengah massa aksi mahasiswa, memperingati setahun kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, yakni Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi pada Sabtu 26 September, di sekitar Mapolda Sulawesi Tenggara.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengatakan, pihaknya telah menindak tegas pilot helikopter tersebut.

"Itu pilotnya itu udah saya tindak itu, dan sudah diperiksa sama Propam itu. Itu ngarang-ngarang aja itu tidak ada SOP-nya di udara itu, yang di Kendari itu," kata Idham yang hadir secara virtual dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (30/9/2020).

Baca: Bagaimana Nasib Polisi yang Bubarkan Demo Mahasiswa Pakai Helikopter? Ini Reaksi Marah Kapolri

Idham merasa geram dengan kelakuan anak buahnya itu. Jika dipebolehkan, dia ingin menampar si pilot.

"Itu pilotnya ngarang-ngarang itu. Cuma sekarang nggak boleh main tempeleng-tempeleng, jadi diperiksa Propam aja. Kalau masih boleh saya tempeleng itu (pilot)," ujarnya.

Ilustrasi helikopter
Ilustrasi helikopter (Istimewa)

Diketahui, helikopter milik Polda Sultra terbang rendah sebanyak tiga kali di tengah massa aksi mahasiswa, memperingati setahun kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, yakni Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi pada Sabtu 26 September, di sekitar Mapolda Sultra.

Manuver sang pilot helikopter itu membuat para demonstran dan juga polisi berhamburan menyelamatkan diri karena debu dan sampah kering yang berterbangan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas