Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mahfud MD: Indonesia Berhasil Jawab Tuduhan Pelanggaran HAM pada Forum Internasional

Mahfud menjelaskan sejumlah upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam rangka menjawab tuduhan-tuduhan internasional.

Mahfud MD: Indonesia Berhasil Jawab Tuduhan Pelanggaran HAM pada Forum Internasional
Tribunnews.com/Gita Irawan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD ketika menyampaikan konferensi pers secara virtual pada Kamis (1/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menilai Indonesia telah berhasil menjawab tuduhan-tuduhan terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada forum internasional.

Menurut Mahfud hal itu ditunjukan di antaranya dengan terus berkurangnya dukungan negara lain terhadap kelompok separatis yang menuduh Indonesia melakukan pelanggaran HAM di Papua.

"Oleh sebab itu kita berhasil kan, dukungan terhadap separatis yang tahun 2016 itu masih ada tujuh sekarang tinggal satu," kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (1/10/2020).

Meski ia mengakui Indonesia tidak bisa lepas dari tuduhan-tuduhan negara lain terkait pelanggaran HAM di, namun ia juga menegaskan Indonesia tidak bisa diam saja menerima tuduhan-tuduhan tersebut.

Mahfud menjelaskan sejumlah upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam rangka menjawab tuduhan-tuduhan internasional.

Sejumlah upaya tersebut di antaranya menyelenggarakan pengadilan HAM dan memperkuat kelembagaan Komnas HAM.

Selain itu, kata Mahfud, Indonesia juga telah menambah 11 pasal terkait HAM dalam Undang-Undang Dasar.

"Masa' sebagai bangsa kita mau diam saja? Tetapi juga sebagai negara yang berbudaya yang menghargai HAM kita tidak akan menghindar, kalau ada pelanggaran HAM kita punya pengadilannya, kita punya Komnas HAM, dan sebagainya," kata Mahfud.

Diberitakan sebelumnya Indonesia dan Vanuatu terlibat debat panas dalam sidang Majelis Umum PBB.

Hal itu berawal dari Perdana Menteri Negara Vanuatu Bob Loughman yang mengungkit permasalah isu pelanggaran HAM di Papua.

Diplomat perwakilan Indonesia di PBB, Silvany Austin Pasaribu. (Sumber: Youtube PBB)
Diplomat perwakilan Indonesia di PBB, Silvany Austin Pasaribu. (Sumber: Youtube PBB) (Via Kompas.com)

Dengan tegas, diplomat perwakilan Indonesia Silvany Austin Pasaribu membantah tudingan tersebut dan meminta Vanuatu untuk tidak ikut campur permasalahan Papua.

Ia bahkan menyebut tindakan Vanuatu tersebut memalukan.

Baca: Mahfud MD: Kita Semua Bangga Punya Diplomat Seperti Silvany

"Sangat memalukan bahwa satu negara ini terus-menerus memiliki obsesi yang berlebihan dan tidak sehat tentang bagaimana seharusnya Indonesia bertindak atau menjalankan pemerintahannya sendiri," ujar Silvany pada awal pidatonya, yang dilansir dari Youtube PBB pada Sabtu (26/9/2020).

"Terus terang saya bingung bagaimana bisa suatu negara mencoba untuk mengajar negara lain, sementara kehilangan inti dari seluruh prinsip dasar Piagam PBB," lanjutnya.

Dilansir oleh Kompas.com, Silvany mengatakan bahwa tuduhan pemerintah Vanuatu sudah tidak menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah negara Indonesia.

“Setiap negara harus saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lainnya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia dengan sadar berusaha mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia, di mana setiap individu memiliki hak yang sama di bawah hukum.

"Indonesia terdiri atas lebih dari ratusan suku bangsa yang beragam dan multikultural, dengan ribuan suku, ratusan bahasa daerah yang tersebar di lebih dari 17 ribu dan 400 pulau, berkomitmen terhadap hak asasi manusia," kata Silvany.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia dengan sadar berusaha mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia, di mana setiap individu memiliki hak yang sama di bawah hukum.

Penulis: Gita Irawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas