Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Masyarakat Enggan ke Rumah Sakit, Legislator PDIP Minta Kampanye Imunisasi Digalakkan

Rahmad khawatir jika pandemi Covid-19 dijadikan alasan agar tak ke rumah sakit dan mengabaikan imunisasi, maka wabah penyakit lain bisa bermunculan.

Masyarakat Enggan ke Rumah Sakit, Legislator PDIP Minta Kampanye Imunisasi Digalakkan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas medis dari Puskesmas Babakan dengan alat pelindung diri (APD) memberikan imunisasi kepada seorang balita di Posbindu Cempaka 2 Babakan, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/5/2020). Pelayanan imuniasi tersebut untuk menjaga kesehatan anak walaupun di masa pandemi virus corona (Covid-19), dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahaan penularan Covid-19 saat memberikan pelayanan. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rahmad Handoyo mengatakan masyarakat harus terus menerus diedukasi untuk melakukan imunisasi terhadap putra putrinya, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Pernyataan Rahmad merujuk hasil survei terbaru Kementerian Kesehatan yang menyebut separuh orang tua memilih tidak menghadiri sesi imunisasi karena Covid-19 maupun karena anak mereka tidak membutuhkan vaksin dalam jangka waktu tersebut.

Rahmad mengkhawatirkan jika pandemi Covid-19 dijadikan alasan agar tak ke rumah sakit dan mengabaikan imunisasi, maka wabah penyakit lain bisa bermunculan.

"Masalahnya, saat ini banyak orang tua yang enggan membawa anaknya ke rumah sakit karena takut tertular Covid-19. Mereka menghindari sesi imunisasi yang sudah dijadwalkan. Ini berbahaya, karena mengabaikan imunisasi akibatnya bisa memunculkan wabah penyakit lain," ungkap Rahmad, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (2/10/2020).

IMUNISASI ANAK - Petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap menyuntikkan vaksin pada anak yang mengikuti program imunisasi di Puskesmas Ngagel Rejo, Selasa (30/6/2020). Pelayanan imunisasi untuk anak tetap berjalan sesuai jadwal, meski saat ini Indonesia tengah dirundung wabah COVID-19 akibat virus Corona. Pelayanan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
IMUNISASI ANAK - Petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap menyuntikkan vaksin pada anak yang mengikuti program imunisasi di Puskesmas Ngagel Rejo, Selasa (30/6/2020). Pelayanan imunisasi untuk anak tetap berjalan sesuai jadwal, meski saat ini Indonesia tengah dirundung wabah COVID-19 akibat virus Corona. Pelayanan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ (SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Selama pandemi Covid-19, legislator asal Boyolali, Jawa Tengah itu menilai anak-anak harus tetap terlindungi dari penyakit lain yang dapat dicegah dengan imunisasi, misalnya imunisasi BCG, Campak, Dengue Hepatitis A dan Hepatitis B, Polio dan sebagainya.

"Segala cara harus dilakukan agar orang tua berani membawa putra-putrinya ke rumah sakit, entah itu rumah sakit negeri, swasta, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Pokoknya, seluruh anak di negeri ini harus terus menerima layanan imunisasi, sesuai dengan yang sudah direncanakan sebelumnya," katanya.

Di sisi lain, pemerintah disebutnya perlu mengkampanyekan secara terus menerus bahwa fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan Posyandu juga aman dari penyeberan Covid-19.

Dengan begitu, Rahmad meyakini para orang tua tidak akan ragu membawa anak-anak mereka untuk diimunisasi.

Apalagi resiko mengabaikan imunisasi cukuplah besar.

IMUNISASI ANAK - Petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap menyuntikkan vaksin pada anak yang mengikuti program imunisasi di Puskesmas Ngagel Rejo, Selasa (30/6/2020). Pelayanan imunisasi untuk anak tetap berjalan sesuai jadwal, meski saat ini Indonesia tengah dirundung wabah COVID-19 akibat virus Corona. Pelayanan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
IMUNISASI ANAK - Petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap menyuntikkan vaksin pada anak yang mengikuti program imunisasi di Puskesmas Ngagel Rejo, Selasa (30/6/2020). Pelayanan imunisasi untuk anak tetap berjalan sesuai jadwal, meski saat ini Indonesia tengah dirundung wabah COVID-19 akibat virus Corona. Pelayanan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ (SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

"Berisiko kalau mengabaikan imunisasi dan vaksinasi karena takut ke fasilitas kesehatan. Justru bisa muncul wabah baru, yang dulu penyakit sudah terkendali malah bisa muncul lagi," ujarnya, 

"Program imunisasi harus tetap berjalan sesuai rencana. Jangan sampai berhenti karena takut ke rumah sakit. Karena secara ilmu pengetahuan sudah jelas imunisasi mencegah kesakitan, kecacatan dan kematian," pungkas Rahmad.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas