Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Seminggu Masa Kampanye Pilkada, Mahfud MD: Ada Pelanggaran tapi Tak Signifikan

Mahfud MD mengatakan, kampanye pilkada yang telah berlangsung selama satu minggu berjalan cukup baik.

Seminggu Masa Kampanye Pilkada, Mahfud MD: Ada Pelanggaran tapi Tak Signifikan
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020 di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan, kampanye pilkada yang telah berlangsung selama satu minggu berjalan cukup baik.

"Secara umum pelaksanaan kampanye pilkada minggu pertama berjalan cukup baik," katanya seusai Rapat Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Pilkada Serentak di Kantor Kemendagri, Jumat (2/10/2020).

Mahfud juga menyebut bahwa pelanggaran yang terjadi selama seminggu kampanye tidaklah signifikan. Dia mengatakan masih ada pelanggaran protokol kesehatan tapi tidak masif.

Baca: Dukungan Swasta terhadap Penerapan Protokol Kesehatan dan Kebersihan Selama Proses Pilkada

"Pelanggaran-pelanggaran tapi tidak signifikan sama sekali. Misalnya yang hadir pertemuan 50, ternyata 53 orang. Atau ada yang 50 jaga jaraknya di bagian tertentu tidak tertib. Ada yang lupa pakai masker, sebagian pakai. Ada di 53 dari 309 daerah kab/kota. Jadi ini kira-kira 15% dan itu kecil-kecil," ungkapnya.

Di sisi lain dia mengatakan, pelanggaran-pelanggaran masih dapat diatasi dengan baik sejauh ini. "Jadi 53 daerah dari 309 daerah dengan pelanggaran yang masih bisa diatasi tanpa ramai-ramai," katanya.

Di saat yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan hingga kini tidak ada klaster penyebaran Covid-19 yang timbul karena gelaran pilkada. Padahal beberapa tahapan pilkada telah berjalan.

Baca: KIPP Laporkan Risma ke Bawaslu, PDIP Kota Surabaya: Sejauh Ini Bu Risma Tetap Netral dalam Pilkada

"Pemutakhiran data pemilih itu melibatkan 105 juta orang yang didatangi door to door, verifikasi faktual jutaan orang, tapi tidak terjadi klaster penularan yang kita dengar signifikan," kata Tito.

Tito mengatakan pelanggaran protokol kesehatan yang serius hanya terjadi pada masa pendaftaran. Hal itu, kata dia, karena protokol kesehatan pilkada belum tersosialisasi secara masif.

Meski begitu, pemerintah dan penyelenggara pemilu langsung merespons kejadian itu. Rapat koordinasi dengan seluruh pemda digelar. Aturan main pilkada pun diperketat.

"Kalau itu semua bergerak, kami kira, Bapak Menko dan saya sebagai Mendagri merasa sangat optimis kampanye pilkada ini akan berlangsung dengan baik, lancar, aman," ucapnya.*

Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas