Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Masyarakat Tidak Dianjurkan Lakukan Olahraga Beregu

Ari Sutopo yang juga Pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta mengatakan olahraga beregu tidak dianjurkan untuk masyarakat umum.

Masyarakat Tidak Dianjurkan Lakukan Olahraga Beregu
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Wakil Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Ari Sutopo saat diskusi "Beraktivitas dan Berkreasi Selama Pandemi" yang diadakan Satgas Covid-19, Sabtu (3/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Ari Sutopo menganjurkan untuk tidak melakukan olahraga beregu selama pandemi Covid-19.

Ari Sutopo, yang merupakan Pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta itu mengatakan olahraga beregu tidak dianjurkan untuk masyarakat umum.

"Kalau untuk masyarakat memang masalah timbul untuk olahraga beregu, voli, basket, karena mesti nempel ambil bolanya itu dekat. Sebaiknya masyarakat tidak melakukan olahraga yang beregu dulu," ujar Ari saat diskusi "Beraktivitas dan Berkreasi Selama Pandemi" yang diadakan Satgas Covid-19, Sabtu (3/10/2020).

Ilustrasi anak bermain basket untuk melatih kerjasama.
Ilustrasi anak bermain basket untuk melatih kerjasama. (Layups.com)

Berbeda misalnya dengan pesepakbola profesional di luar negeri.

Mereka menerapkan prokol kesehatan yang sangat ketat.

Bahkan, sebelum main dilakukan tes Covid-19.

"Datang ke lapangan langsung main, langsung latihan dengan tenaga kesehatan pendukung, PCR harus negatif. Dia main, tidak ganti baju, terus pulang lagi. Itu olahraga beregu di luar negeri," tutur Ari.

Ari menganjurkan masyarakat berolahraga intensitas ringan sampai sedang seperti lari, bersepeda, dan renang.

Namun, tetap mengikuti protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Setelah kegiatan berolahraga harus cuci tangan. Kalau tidak cuci tangan, terus kita ucek-ucek mata atau kita makan sesuatu korek-korek hidung Covid-nya bisa masuk," ujarnya.

Warga berolahraga lari sore dan bersepeda di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2020). DKI Jakarta telah memasuki hari ketujuh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua, Pemerintah kini lebih memfokuskan terhadap perilaku masyarakat untuk lebih ketat menjalankan protokol kesehatan dalam mengendalikan penularan Covid-19 di Indonesia. Tribunnews/Jeprima
Warga berolahraga lari sore dan bersepeda di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2020). DKI Jakarta telah memasuki hari ketujuh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua, Pemerintah kini lebih memfokuskan terhadap perilaku masyarakat untuk lebih ketat menjalankan protokol kesehatan dalam mengendalikan penularan Covid-19 di Indonesia. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Ikuti kami di
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas