Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

DRPD DKI Kaget Saat Risma Sebut Anggaran Banjir Surabaya Rp 460 M: Jakarta Sampai Triliunan

Zita menjelaskan, Anggaran DKI Jakarta dalam penanganan banjir mencapai triliunan rupiah.

DRPD DKI Kaget Saat Risma Sebut Anggaran Banjir Surabaya Rp 460 M: Jakarta Sampai Triliunan
Tribun Jakarta
Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang anggota DPRD DKI Jakarta mengaku kaget saat tahu kalau anggaran penanggulangan banjir di Kota Surabaya hanya sebesar Rp 460 Miliar.

Orang yang dimaksud yakni Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta Zita Anjani.

Zita mengetahui hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja anggota Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta ke Surabaya.

Dalam acara yang diselenggarakan pada hari Kamis, 22 Oktober 2020 itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan mengenai penanganan banjir di kotanya.

Menurut Zita, nilai itu tak sebanding dengan kekuatan anggaran yang dimiliki DKI Jakarta.

Zita menjelaskan, Anggaran DKI Jakarta dalam penanganan banjir mencapai triliunan rupiah.

Baca juga: Gambar Tri Rismaharini Dihapus, Foto Pelajar Digunakan untuk Kepentingan Pilkada, Timses Minta Maaf

Baca juga: Sutiyoso Bongkar Letak Kesalahan Anies Baswedan Saat Menyikapi Banjir Jakarta: Mau Jadi Gubernur DKI

Baca juga: BEDA Sikap Anies & Risma saat Pendemo Rusak Fasilitas Umum, Wali Kota Surabaya: Tega Sekali Kamu

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima kunjungan kerja Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (22/10/2020).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima kunjungan kerja Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (22/10/2020). (TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA)

Ia menilai dengan anggaran tersebut, upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya sudah terbilang efektif.

 "Kalau di Jakarta sampai triliunan," ujar Zita, dikutip dari Tribunjatim, Kamis.

Secara geografis, lanjut Zita, kondisi Jakarta sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Surabaya.

Kondisi yang dimaksud yaitu sama-sama masuk dalam daerah rendah dan dekat dengan laut.

HALAMAN SELANJUTNYA =========>

Ikuti kami di
Editor: Irsan Yamananda
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas