Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

DJKI Kemenkumham: Rempah-Rempah Digadang Jadi Produk Indikasi Geografis Andalan Indonesia

IG Kopi yang terdaftar sebanyak 32 produk, dengan tren masyarakat dalam mengkonsumsi kopi dibarengi dengan lifestyle meminum kopi single origin

DJKI Kemenkumham: Rempah-Rempah Digadang Jadi Produk Indikasi Geografis Andalan Indonesia
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Pengunjung melihat contoh biji kopi arabika spesial yang dijual di salah satu warung kopi di kawasan Blangpadang, Banda Aceh, Senin (20/1/2014). Kopi arabika dari dataran tinggi Gayo yang sudah digonseng dijual Rp 250.000 per kilogram. SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia saat ini punya beragam produk Indikasi Geografis (IG) berupa kopi dari berbagai wilayah nusantara. 

Namun, menurut Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nofli, produk rempah-rempah akan menjadi indikasi geografis lain dari Indonesia yang bisa didorong di pasar internasional. 

"Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversity atau negara yang memiliki keanekaragaman hayati serta budaya yang melimpah.

Jauh-jauh bangsa Eropa ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah sehingga mungkin produk-produk IG dari rempah-rempah ini cukup berpotensi untuk didorong untuk mendapatkan pelindungan IG," ujar Nofli dalam keterangannya, Senin (26/10/2020). 

“Ditambah lagi momentum dari Kementerian terkait dan Kemenko Maritim dan Investasi sedang mempromosikan kuliner Indonesia ke luar negeri.

Baca juga: Kolaborasi Noka dan Alko Berdayakan Petani Kopi Kerinci

Penggunaan rempah-rempah dari Indonesia pastinya akan sangat baik sekali untuk sarana promosi dan pengenalan ke dunia internasional,” lanjutnya.

Produk-produk rempah saat ini sudah mulai didaftarkan sebagai indikasi geografis di DJKI. Contohnya adalah Lada Putih Muntok, Cengkeh Minahasa, Pala Kepulauan Banda, hingga Kayumanis Koerintji. 

Saat ini, produk kopi menjadi raja indikasi geografis di Indonesia.

Menurut Nofli, Indonesia merupakan negara yang memiliki kopi specialty dari Sabang sampai Merauke, dari kopi Arabika Gayo hingga Kopi Arabika Baliem Wamena dengan karakteristik citarasa dan khas yang berbeda-beda.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas