Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

UU Cipta Kerja

UU Cipta Kerja Diprotes, Moeldoko: Jangan Sampai Anak-anak Muda Terprovokasi Hasutan

Ia menilai hal tersebut biasa dilakukan oleh generasi muda yang hendak mengambil peran untuk mengubah sejarah bangsanya.

UU Cipta Kerja Diprotes, Moeldoko: Jangan Sampai Anak-anak Muda Terprovokasi Hasutan
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi protes yang dilakukan para mahasiswa terhadap Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja.

Ia menilai hal tersebut biasa dilakukan oleh generasi muda yang hendak mengambil peran untuk mengubah sejarah bangsanya.

Kendati demikian Moeldoko mengingatkan protes tak dilakukan serampangan.

"Itu modal bagi bangsa untuk selalu optimistis. Pembelajaran politik yang benar bagi anak muda sangat penting. Kalau tidak, malah jadi repot, karena anak anak akan menjadi instrumen kekerasan," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2020).

"Tapi perlu saya ingatkan adanya pameo yang sangat buruk, biar keliru asal heroik," lanjut Moeldoko.

Baca juga: Baleg DPR Tak Terima Disebut Tukang Stempel Pemerintah Soal UU Cipta Kerja

Untuk itu, ia meminta mahasiswa dan generasi muda melihat UU Cipta Kerja secara komprehensif.

Moeldoko mengatakan pemerintah justru berupaya keras membuka lapangan pekerjaan seluas mungkin lewat UU Cipta Kerja.

Hal itu dilakukan untuk meresponns bonus demografi pada 2030.

Mantan Panglima TNI itu menilai semestinya mahasiswa dan generasi muda mendukung pemerintah yang telah menyusun UU Cipta Kerja karena itu berguna bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan.

"Tetapi anak-anak muda, calon tenaga kerja baru malah menolaknya. Tetapi saya melihat itu hanya sebagian kecil. Sebagian besar mereka sudah faham. Yang pasti, jangan sampai anak-anak muda terprovokasi hasutan atau ajakan yang dia sendiri tidak paham," tutur Moeldoko.

"Terpenting lagi, jangan lagi ada yang malu kalau tidak ikut unjukrasa. Mulailah berani mengambil keputusan bahwa apa yang kita lakukan harus kita pahami tujuannya. Harusnya malu kalau berunjukrasa tapi tidak paham tujuannya," lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UU Cipta Kerja Diprotes, Moeldoko: Ada Pameo Buruk, Biar Keliru Asal Heroik "

Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas