Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

MAKI Puas Putusan Hakim Vonis Seumur Hidup untuk para Terdakwa Korupsi Jiwasraya

(MAKI) mengapresiasi vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap sejumlah tersangka kasus mega korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

MAKI Puas Putusan Hakim Vonis Seumur Hidup untuk para Terdakwa Korupsi Jiwasraya
TribunNewsmaker.com Kolase/ KONTAN/ REVI SIMANJUNTAK
Benny Tjokrosaputro 

"Telah dilakukan penuntutan terhadap para terdakwa tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero)," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono saat membacakan kinerja satu tahun Jaksa Agung RI di Kantornya, Jakarta, Senin (26/10/2020).

Rinciannya adalah mantan direktur keuangan Jiwasraya  Hary Prasetyo yang dituntut seumur hidup dan telah divonis hukuman seumur hidup. Selain itu, mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim dituntut 20 tahun penjara.

Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo keluar menggunakan rompi tahanan berwarna merah jambu saat keluar dari Gedung Bundar, Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).
Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo keluar menggunakan rompi tahanan berwarna merah jambu saat keluar dari Gedung Bundar, Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020). (Tribunnews.com/ Igman Ibrahim)

Kemudian, Joko Hartono Tirto selaku pihak swasta dituntut seumur hidup, mantan Kadiv Investasi dan GM Investasi dan Keuangan Jiwasrya Syahmirwan dituntut 18 tahun.

"Atas tuntutan jaksa tersebut, pengadilan telah menjatuhkan putusan seumur hidup. Tuntutan terdakwa Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat juga telah dibacakan dengan tuntutan pidana pokok seumur hidup," jelasnya.

Sementara itu, Kejaksaan telah menetapkan 13 manajer investasi selaku pelaku korporasi dalam tindak pidana korupsi Pengelolaan Keuangan Dana Investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya. 

Terdakwa Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono (kiri) mengikuti jalannya sidang lanjutan kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2020). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan enam orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung, satu di antaranya Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko. Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono (kiri) mengikuti jalannya sidang lanjutan kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2020). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan enam orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung, satu di antaranya Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Seluruh tersangka korporasi diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 16,8 triliun.

Bahkan, tim penyidik telah melakukan upaya penyelamatan kerugian keuangan negara dengan nilai taksiran kurang lebih sebesar Rp 18,4 triliun.

"Semua berupa benda bergerak, benda tidak bergerak, uang tunai, reksadana, polis asuransi dan surat berharga/saham serta perusahaan," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas