Anis Matta Berharap Kapolri dan Panglima TNI Ke Depan Berasal dari Santri
Anis Matta berharap para alumni santri pondok pesantren ke depannya bisa menduduki jabatan strategis sebagai Panglima TNI dan Kapolri.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia, Anis Matta berharap para alumni santri pondok pesantren ke depannya bisa menduduki jabatan strategis sebagai Panglima TNI dan Kapolri.
Harapan itu disampaikan Anis Matta saat menyampaikan Orasi Kebangsaan dan bersilaturahmi ke Ponpes Darul Muhajirin, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Saya berharap ada Panglima TNI dari anak-anak pesantren, karena kita belum pernah melihat ada Panglima TNI yang sudah hafidz atau kepala polisi (Kapolri, red) atau konglomerat juga hafidz ," kata Anis dalam keterangannya , Kamis (26/11/2020).
Baca juga: Kapolri Baru Pengganti Idham Azis, Muncul 14 Kandidat, Akankah Jokowi Pilih Calon Tunggal?
Karena itu, Anis pun berdoa agar Ponpes Darul Muhajirin bisa melahirkan para pemimpin-pemimpin Indonesia yang menjadi pelopor kebangkitan Islam dan Indonesia.
"Sesuai dengan namanya Darul Muhajirin, cerita-cerita mengenai pelopor kebangkitan Islam mengalir kepada para pendiri, pengajar dan santri-santri. Mudah-mudahan dari pesantren Ini, lahir para pemimpin-pemimpin Indonesia," katanya.
Menurutnya, kunjungan silahturahminya ke Ponpes Darul Muhajirin dalam rangka menyatukan seluruh kekuatan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia, yakni melalui peta jalan baru Arah Baru Indonesia sebagai lima besar dunia.
"Kita perlu menyatukan seluruh kekuatan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia," kata Anis.
Baca juga: Komisi III DPR: Calon Kapolri Harus Mempunyai Kemampuan yang Bagus
Anis menyebut Partai Gelora akan terus melakukan silahturahmi ke berbagai lembaga, tokoh, ulama dan pihak lainnya untuk menebarkan semangat kebangkitan baru dan fokus untuk mencari peluang agar bangsa Indonesia bisa bangkit dari krisis pandemi Covid-19 saat ini.
"Kami akan terus berkunjung kemana saja untuk menebarkan semangat kebangkitan baru yang fokus kepada peluang bukan tentang masalah di tengah krisis akibat Covid-19 saat ini," ujarnya.
Baca tanpa iklan