Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

JK Sebut Habib Rizieq Populer karena Kekosongan Pemimpinan, Amien Rais: Menurut Saya Ada Kezaliman

Politisi senior Amien Rais mengomentari soal pernyatan JK tentang kekosongan kepemimpinan dan kaitannya dengan popularitas Habib Rizieq Shihab.

JK Sebut Habib Rizieq Populer karena Kekosongan Pemimpinan, Amien Rais: Menurut Saya Ada Kezaliman
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umun, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) sempat berkomentar soal ramainya orang-orang yang menjadi simpatisan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab.

Berdasarkan mantan wakil dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu, Rizieq tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia karena adanya kekosongan kepemimpinan.

Di sisi lain, politisi senior Amien Rais justru berpendapat lain.

Pimpinan FPI Rizieq Shihab saat menghadiri reuni 212 daring yang disiarkan di Youtube Front TV, Rabu (2/12/2020).
Pimpinan FPI Rizieq Shihab saat menghadiri reuni 212 daring yang disiarkan di Youtube Front TV, Rabu (2/12/2020). (YouTube Front TV)

Baca juga: Viral Hasil Swab Positif, Rizieq Shihab Ngaku Sedang Isolasi Mandiri: Bukan soal Covid-19 atau Tidak

Pada acara 'Reuni Akbar 212 : DIALOG NASIONAL 100 ULAMA dan TOKOH' yang ditayangkan oleh kanal YouTube Kaffah Channel, Rabu (2/12/2020), Amien memberikan koreksi.

Bagi Amien, Habib Rizieq digandrungi oleh masyarakat karena adanya kezaliman.

"Kata Pak JK karena ada kekosongan kepemimpinan," kata dia.

"Menurut saya, lebih tepat kalau saya katakan ada kezaliman."

Amien tak menjabarkan secara detail apa kezaliman yang ia maksud.

Kemudian, selain kezaliman, Amien mengungkit sifat Habib Rizieq yang menurutnya tergolong berani.

"Jadi memang kita membutuhkan seseorang yang berani," ujar dia.

BACA BERITA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas