Kemenaker: ASEAN Skills Competition Diundur Hingga Tahun 2023
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan ketidakpastian situasi pandemi Covid-19 menyebabkan gelaran ASC XIII ditunda.
Penulis:
Larasati Dyah Utami
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan penyelenggaraan ASEAN Skills Competition (ASC) XIII yang semula akan dilangsungkan di Singapura pada 2021 diundur hingga 2023.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan ketidakpastian situasi pandemi Covid-19 menyebabkan gelaran ASC XIII yang akan dilaksanakan pada 2021 diputuskan untuk dibatalkan.
"Keputusan pembatalan ini membuat semua pihak terlihat sedih dan kecewa. Apa yang telah dipersiapkan selama hampir dua tahun, dengan mengorbankan waktu, peluang, dan biaya, dengan harapan untuk meraih prestasi terbaik mengharumkan nama bangsa dan negara, akhirnya tidak dapat direalisasikan melalui ajang kompetisi ASC XIII," ujar Menaker Ida dalam keterangannya, Kamis (10/12/2020).
Baca juga: Token Listrik Gratis PLN Bulan Desember 2020, Akses di www.pln.co.id dan Klik Menu Stimulus Covid-19
Pembatalan ini diputuskan melalui kesepakatan Extraordinary Organizing Committee Meeting (OCM) oleh 10 negara anggota.
Selain penundaan pelaksanaan kompetisi hingga 2023, Ida juga menyampaikan proses pemusatan calon kompetitor ASC XIII juga diselesaikan.
“Dengan berat hati seluruh proses pemusatan pelatihan pada 22 kejuruan yang selama ini berlangsung di 15 lokasi, juga harus segera kami selesaikan,” jelasnya.
Baca juga: Rencana Penanganan Covid-19 era Joe Biden, Mulai dari Masker, Vaksin hingga Pembukaan Sekolah
Ida pun memberikan apresiasi kepada 70 Calon Kompetitor (kontestan) ASC XIII atas prestasi kerja kerasnya selama pemusatan pelatihan dalam rangka mempersiapkan diri berkompetisi mewakili Indonesia.
Ia memberikan penghargaan berupa sertifikat juara, plakat, hadiah, serta sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Kami juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pimpinan lembaga tempat pemusatan pelatihan dan para Expert yang sejak bulan Oktober 2019 lalu telah melakukan pembinaan teknis kepada Calon Kompetitor ASC XIII, " kata Menaker.
ASC atau World Skills ASEAN (WSA) merupakan kegiatan rutin di lingkup ASEAN yang diselenggarakan dua tahun sekali, bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pelatihan, mempromosikan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja muda di kawasan ASEAN.
ASC juga merupakan ajang yang baik untuk mempromosikan tenaga kerja muda Indonesia khususnya di kawasan regional ASEAN dan keikutsertaan Indonesia pada ASC selama ini telah menunjukkan prestasi yang membanggakan.
"Hal ini mencerminkan bahwa kualitas tenaga muda Indonesia tidak kalah dengan negara lain di kawasan ASEAN, " ujar Menaker.
Baca tanpa iklan