Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat : Jokowi Lebih Akomodir Elite Partai Dibanding Harapan Publik

Pengamat nilai reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi lebih mengakomodir elite partai koalisi dibanding harapan masyarakat. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat : Jokowi Lebih Akomodir Elite Partai Dibanding Harapan Publik
Capture Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik enam orang menteri baru dan lima orang wakil menteri dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai reshuffle kabinet yang kemarin dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), lebih mengakomodir elite partai koalisi dibanding harapan masyarakat. 

"Reshuffle mencerminkan kompromi elite partai dan mengakomodir sedikit harapan publik," ujar Ujang saat dihubungi, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Ujang menjelaskan, akomodir elite partai koalisi terlihat dari porsi menteri yang berasal dari partai tidak berkurang, hanya terjadi pergeseran saja. 

Misalnya, Gerindra yang awalnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan, kini di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Baca juga: Dilantik Jokowi Jadi Mensos, Risma Tampil Berkebaya Merah

Kemudian, PKB yang awalnya Kementerian Perdagangan, kini menempati Kementerian Agama. 

Sedangkan, PDI Perjuangan tidak mengalami perubahan, masih menempati pos Kementerian Sosial. 

Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Enam Menteri dan Lima Wamen Dilantik di Istana Negara

Menurutnya, jika dilihat secara objektif, maka ada banyak menteri yang kinerjanya tidak bagus, seperti Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Koperasi dan UKM. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian, Menteri Hukum dan HAM, Menteri BUMN, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 

"Kenapa masih dipertahankan. Itu karena pertimbangan politis presiden dan itu hal biasa dalam politik," ucap Ujang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas