Persalinan Puluhan Juta, Gratis Berkat JKN-KIS
(JKN-KIS) dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU) badan usaha ini merasa tenang karena sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai jaminannya.
Editor: Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Mendekati due date atau persalinan, banyak ibu yang khawatir. Tidak hanya persiapan mental tapi juga persiapan finansial yang kadang tidak sedikit. Namun tidak begitu yang dirasakan oleh Noni Elviyanti (28). Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat.
(JKN-KIS) dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU) badan usaha ini merasa tenang karena sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai jaminannya.
Peserta yang beralamat di Bida Asri ini mengatakan bahwa ini bukan pertama kalinya ia melakukan persalinan dengan menggunakan KIS. Sebelumnya, ia sudah menggunakan KIS saat persalinan anak pertama tanpa membayar 1 rupiah pun.
“Tahun 2018 waktu melahirkan anak pertama saya sudah pakai KIS. Sekarang persalinan kedua saya sudah lebih tenang karena sudah ada gambaran, persalinan ditanggung JKN-KIS tidak mengeluarkan biaya lagi,” kata Noni.
Tidak hanya untuk biaya persalinan, kondisi bayinya yang harus mendapatkan perawatan intensif selama beberapa hari juga ditanggung oleh JKN-KIS. Menurutnya, jika tidak ada JKN-KIS mungkin harus menabung lebih banyak untuk biaya persalinan dan perawatan bayinya.
“Biaya persalinan itu tidak murah. Apalagi jika kondisinya seperti saya, 2 kali persalinan dengan operasi caesar. Biaya lahiran anak pertama itu sekitar 60 jutaan. Biaya untuk persalinan saya 16 juta dan untuk perawatan bayi 44 juta karena harus menjalani perawatan 9 hari di NICU. Lahiran kedua sekitar 42 juta. Untuk saya 12 juta dan anak 30 jutaan karena harus dirawat di NICU juga. Gak tahu gimana kalau gak ada JKN-KIS,” kata Noni.
Ia pun merespon dengan baik prosedur yang semakin lama semakin mudah. Dulu, peserta harus mendaftarkan bayi sebelum melahirkan atau sejak dalam kandungan. Sekarang, bayi didaftarkan setelah lahir dan tidak perlu datang ke kantor cabang.
“Waktu itu saya rencananya akan melahirkan di hari Jum’at terus saya khawatir lah ya karena kan hari Sabtu Minggu libur. Tapi sekarang sudah bisa mendaftarkan bayi baru lahir di rumah sakit. Ini benar-benar memudahkan sekali, jadinya ibu yang baru lahiran atau suami gak perlu ke kantor BPJS,” kata Noni.
Ia berharap masyarakat lebih aware dengan manfaat yang diberikan oleh program JKN-KIS. Bagi peserta yang sudah terdaftar pun harus lebih gercep untuk mendaftarkan bayinya yang baru lahir untuk menghindari pembayaran secara pribadi lantaran bayi baru lahir harus dirawat sementara belum didaftarkan oleh orangtuanya.
“Lebih baik segera didaftarkan, jangan sampai ketika sudah dirawat baru didaftarkan, nanti repot,”
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.