Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BNPB: Banjir Genangi Rumah Warga di Demak Pasca Pergantian Tahun

Banjir terjadi di Desa Kembang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (1/1/2020).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
zoom-in BNPB: Banjir Genangi Rumah Warga di Demak Pasca Pergantian Tahun
huffpost.com
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banjir terjadi di Desa Kembang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (1/1/2020).

Banjir dimulai pada pukul 02.00 WIB, beberapa jam setelah momen pergantian tahun dari 2020 ke 2021.

"BPBD setempat masih melakukan pendataan terhadap dampak banjir dini hari tadi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Jumat (1/1/2021).

BPBD Kabupaten Demak melaporkan saat banjir terjadi, tinggi genangan air kurang lebih 50 cm.

Banjir tersebut dipicu salah satunya intensitas hujan yang tinggi. Debit air tinggi mengakibatkan tanggul yang berada di jalur Sungai Suntang jebol.

Baca juga: WNA dan WNI dari Perjalanan Luar Negeri Wajib Jalani 5 Hari Karantina di Hotel

Baca juga: Prediksi SBS soal Pasangan Tahun Baru Terbukti, Dispatch Rilis Foto Kencan Hyun Bin dan Son Ye Jin

Menyikapi peristiwa banjir, BPBD Kabupaten Demak segera melakukan upaya penanganan darurat.

"Tim Reaksi Cepat BPBD melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan instansi terkait. BPBD juga mendirikan dapur umum lapangan untuk mengantisipasi warga yang melakukan evakuasi," tutur Raditya.

Pantauan BPBD pada hari ini, Jumat (1/1), sekitar pukul 09.53 WIB, genangan air masih terjadi. Potensi tinggi muka air untuk bertambah masih mungkin terjadi.

Pantauan BNPB melalui aplikasi Info BMKG, dalam tiga hari ke depan, 1-3 Januari 2021, wilayah Kecamatan Bonang diprediksikan masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, berdasarkan analisis InaRISK yang dapat diakses melalui situs inarisk.bnpb.go.id, kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

Wilayah yang berbatasan dengan perairan ini bagian dari 14 kecamatan dengan luas 95.663 hektar yang berada pada kategori tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas