Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kementerian PUPR Sudah Mulai Lelang Dini 4.694 Paket Infrastruktur Senilai Rp 45,6 Triliun

Basuki mengatakan dari total 5.426 paket infrastruktur senilai Rp 58,1 triliun, tender dini sudah dilakukan kepada 4.694 paket infrastruktur dengan ni

Kementerian PUPR Sudah Mulai Lelang Dini 4.694 Paket Infrastruktur Senilai Rp 45,6 Triliun
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya sudah memulai tender untuk kegiatan pengerjaan infrastruktur 2021.

Basuki mengatakan dari total 5.426 paket infrastruktur senilai Rp 58,1 triliun, tender dini sudah dilakukan terhadap 4.694 paket infrastruktur dengan nilai Rp 45,6 triliun.

"Ibu bapak sekalian atas perintah presiden, maka PU telah mulai memberlakukan tender dini sejak Oktober (2020) dan telah ditandatangani kontrak. Jadi sejak Oktober sebanyak 4.694 paket dari total 5.426 paket senilai Rp 58,1 triliun," ujar Basuki, dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Menteri PUPR: InsyaAllah Dua Jembatan Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan Sore Ini Dapat Dilalui

Basuki menjelaskan bahwa dari jumlah 4.694 paket infrastruktur itu sudah ada 209 paket yang ditandatangani sejak Desember 2020.

"Rinciannya Desember 2020 telah ditandatangani 209 paket ini berdasarkan surat Ibu Menteri Keuangan yang membolehkan penandatanganan kontrak namun efektifnya setelah Januari," kata dia.

Kemudian 1.730 paket infrastruktur juga sudah ditandatangani terhitung sejak 15 Januari 2021.

Baca juga: Tinjau Banjir Kalsel, Jokowi Minta Menteri PUPR Prioritaskan Perbaikan Jembatan yang Rusak

Sementara sisanya, kata Basuki, akan ditargetkan selesai ditandatangani setelah Maret 2021.

"Februari 2021 akan ditandatangani lagi 1.133 paket dan pada Maret 2021 itu 1.621 paket dan akan diselesaikan lanjutannya setelah Maret. Jadi mudah-mudahan ini akan lebih cepat dari tahun lalu," jelas Basuki.

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas