Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Wismoyo Arismunandar Berpulang

Kenangan Sajadah Wismoyo untuk Prabowo: 'Beliau Mengingatkan Saya untuk Selalu Dekat dengan Tuhan'

Selama di militer Wismoyo juga banyak mengajarkan nilai-nilai kehidupan sebagai TNI hingga berbagai ajaran filosofis yang masih dia anut hingga kini.

Kenangan Sajadah Wismoyo untuk Prabowo: 'Beliau Mengingatkan Saya untuk Selalu Dekat dengan Tuhan'
kompas.tv
Wismoyo Arismunandar. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu meninggal lantaran sakit yang dideritanya.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Gempok Nomor 10 Raya, Bambu Apus, Jakarta Timur, jenazah Wismoyo kemudian dibawa Solo untuk dimakamkan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah.

Pemakamannya digelar secara militer dengan inspektur upacara Pangkostrad Letjen TNI Eko Margono.

Dalam kariernya Wismoyo pernah menjabat banyak posisi.

Ia tercatat pernah menjabat Dangrup I Kopassandha (Kopassus) pada 1978-1982, lalu Wadan Kopassandha 1982 hingga 1983, hingga menjabat sebagai Danjen pada 1883 hingga 1985.

Setelah Danjen Kopassus, Wismoyo juga tercatat pernah menjabat sebagai Kasdam IX/Udayana pada 1985 hingga 1987, Pangdam VIII/Trikora1987-1988, Pangdam IV/Diponegoro 1988 hingga 1990, Pangkostrad 1990 hingga 1992, Wakasad pada 1992 hingga 1993 dan KSAD pada 1993 hingga 1995.

Wismoyo sempat menjadi kandidat Panglima ABRI, namun Soeharto lebih memilih Feisal Tanjung. Selepas pensiun, Wismoyo menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Wismoyo adalah adik ipar Soeharto.

Pria yang lahir di Bondowoso, Jawa Timur, 10 Februari 1940 itu menikah dengan Sri Hardjanti pada 1968.

Sri Hardjanti adalah adik kandung Ibu Tien, yang merupakan istri Soeharto.

Putri Soeharto, Titiek, membeberkan awal kedekatan keluarganya dengan alumi Akmil 1963 itu bermula ketika Wismoyo menjadi pengawal Soeharto.

"Kami cukup dekat karena dulu (Wismoyo) jadi pengawal Bapak sejak tahun 60 atau 70-an," ujar Titiek saat ditemui di Astana Giribangun, Kamis (28/1/2021).

Selama menjadi pengawal Soeharto itulah Wismoyo menjadi sering bertemu dengan keluarga besar, termasuk adik Tien Soeharto, Siti Hardjanti.

Titiek menyebut pernikahan Wismoyo dengan Siti Hardjanti berjalan natural dan bukan dijodohkan.

Baca juga: Zainudin Amali: Pengabdian Wismoyo Arismunandar di Dunia Olahraga Begitu Terasa

"Terus akhirnya ketemu dengan adiknya ibu. Tidak (dijodohkan), ya sering ketemu, ada di rumah jadi lirik-lirikan," kenang Titiek.

Sementara kakak Titiek, Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto pada 2018 silam pernah menceritakan bagaimana perannya sebagai 'mak comblang' antara Wismoyo dengan Siti Hardjanti alias Bu Datiet atau Bu Tiek.

Kisah itu diungkapkan Mbak Tutut di media sosial.

"Waktu itu saya sampaikan ke Om Moyo kalau sedang ditunggu Bu Tiek di suatu tempat. Begitu pula saya sampaikan ke Bu Tiek, saya sampaikan kalau ditunggu Om Moyo di suatu tempat. Jadi dua-duanya merasa ditunggu… Sampai akhirnya menikah," tulis Tutut.

"Setelah menikah beliau berdua saling meledek. Bu Tiek menyampaikan kalau dulu kan Om Moyo yang meminta bertemu di suatu tempat. Sebaliknya, Om Moyo juga menyampaikan, Bu Tiek yang meminta Om Moyo menemui Bu Tiek di suatu tempat."

"Akhirnya beliau berdua tahu kalau saya 'bohongi'. Saya dipanggil. 'Ternyata ya.. kamu yang menjebak Om dan Bu Tiek," kata beliau berdua. Saya tertawa sambil bicara, "Tapi cinta kan… seneng kan…". Terus saya pergi," tulis Tutut.(tribun network/git/dod)

Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas