Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lantik Anggota Pergantian Antarwaktu MPR RI, Bamsoet Ingatkan Bahaya Intoleransi

Bamsoet menegaskan tindakan tersebut sangat mengancam berbagai segi kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Lantik Anggota Pergantian Antarwaktu MPR RI, Bamsoet Ingatkan Bahaya Intoleransi
MPR RI
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet berharap kejadian yang menimpa lembaga pendidikan di salah satu provinsi yang mewajibkan siswi non-muslim mengenakan hijab, maupun tindakan rasis yang dilakukan seseorang terhadap salah satu ras tertentu, hingga ekspresi keagamaan di ruang publik yang intoleran, tidak boleh terulang kembali di masa depan. 

Bamsoet menegaskan tindakan tersebut sangat mengancam berbagai segi kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Toleransi harus menjadi kebutuhan, karena kebhinekaan adalah elemen pembentuk bangsa. Kebhinekaan bukan hanya fakta sosiologis yang diterima sebagai sesuatu yang given, tetapi harus terus menerus diperjuangkan," ujar Bamsoet, saat melantik Ir. Irwan Ardy Hasman sebagai anggota pergantian antar waktu MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Bersama Depinas SOKSI, Bamsoet Deklarasikan SOKSI Z

Bamsoet mengingatkan bahwa ketidakmampuan mengelola kemajemukan dan ketidaksiapan sebagian masyarakat untuk menerima kemajemukan, malah akan mengakibatkan gejolak yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. 

Dalam menjaga kebhinekaan tersebut, kata dia, setiap anggota MPR RI memiliki kewajiban untuk memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Metode sosialisasinya pun harus dilakukan secara menarik dan kreatif. Sehingga tidak menjadikannya hanya sekadar bahan untuk dihafal atau dimengerti saja," jelasnya. 

"Melainkan perlu diterima dan dihayati, dipraktekkan sebagai kebiasaan, bahkan dijadikan sifat yang menetap, hingga menjadi bagian dari kepribadian setiap anak bangsa," imbuh Bamsoet.

Baca juga: Terima Dharma Mangkuluhur Tommy Soeharto, Bamsoet Ingatkan Tantangan Generasi Milenial

Politikus Golkar ini menekankan Empat Pilar MPR RI telah menjadi bagian dari benteng yang membuat bangsa Indonesia dapat bertahan dan eksis hingga sekarang.

Karenanya, kemajemukan bangsa Indonesia harus menjadi sebuah kekuatan dalam menjaga negara Pancasila untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Kita semua berada di dalam rumah besar kebangsaan bernama Indonesia. Musuh kita bersama bukanlah perbedaan. Melainkan nilai-nilai yang bertentangan dengan empat konsensus dasar dan persoalan kemanusiaan lainnya," pungkas Bamsoet.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas