Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Asabri

8 Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi Asabri, Mahfud MD Ungkit Pernyataannya 1 Tahun Lalu

Setelah Kejagung tetapkan 8 tersangka kasus korupsi PT Asabri, Menko Pohukam Mahfud MD kenang ucapan dan perdebatannya satu tahun lalu.

8 Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi Asabri, Mahfud MD Ungkit Pernyataannya 1 Tahun Lalu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN Tribunnews.com/Gita Irawan
Kolase foto Direktur Utama PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Sonny Widjaja dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkit pernyataannya satu tahun lalu terkait kasus korupsi di PT Asabri setelah Kejaksaan Agung menetapkan delapan orang tersangka pada Senin (1/2/2021) kemarin. 

Mahfud mengatakan setahun lalu ia sudah mengungkap ada indikasi korupsi di perusahaan plat merah penyedia jasa asuransi di kalangan prajurit TNI dan Polri tersebut. 

"Nah ini yang saya katakan dulu, ketika pada bulan Januari dan Februari tahun 2020 awal. Setahun lalu, saya katakan memang di situ ada indikasi korupsi," kata Mahfud MD dalam tayangan yang diunggah di kanal Youtube Kemenko Polhukam RI pada Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Kasus Korupsi Asabri: Mahfud MD Pastikan Negara Jamin Uang Prajurit TNI dan Polri Tidak Hilang

Selain itu, Mahfud pun mengungkit perdebatan yang terjadi di publik antara dirinya dengan orang yang hendak melaporkannya ke penegak hukum terkait pernyataan tersebut. 

Orang tersebut kini telah ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut yakni Direktur Utama PT Asabri Sonny Widjaja.

"Lalu ada yang marah-marah kan waktu itu. Pokoknya kalau bilang begitu, mau dilaporkan ke polisi. Nah sekarang sudah terbukti," kata Mahfud. 

Mahfud pun mengungkit pernyataannya yang menyatakan jumlah dugaan korupsi di PT Asabri ketika itu mencapai Rp16 triliun meski saat ini Kejaksaan Agung menduga nilainya melebihi dari angka tersebut. 

"Kalau dulu saya sebut Rp16 triliun dugaan korupsinya. Ternyata ini sesudah dilacak betul, itu sekitar Rp22 sampai Rp23 triliun," kata Mahfud. 

Baca juga: Kemhan Dukung Penuh Penegakan Hukum Terhadap Siapa Saja yang Terlibat Korupsi Asabri

Diberitakan sebelumnya, pada Januari 2020 lalu Mahfud menanggapi tegas pernyataan Direktur Utama PT Asabri yang membantah adanya dugaan korupsi di perusahaan plat merah tersebut bernilai lebih dari Rp10 triliun. 

Hal itu disampaikannya di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Kamis (16/1/2020).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas